Menpora Tabuh Rebana pada Pembukaan Olahraga Madrasah Diniyah

Patrick Pinaria    •    11 November 2015 19:01 WIB
olahraga
Menpora Tabuh Rebana pada Pembukaan Olahraga Madrasah Diniyah
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi (Foto: MI/Adam Dwi)

Metrotvnews.com, Surabaya: Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah Takmiliyah (Porsadin) telah resmi digelar di Surabaya, Rabu 11 November. Penyelenggaraan acara olahraga di Jawa Timur ini secara resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi.

Menpora mendapat  kehormatan untuk membuka acara  dengan menabuh rebana bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan ketua panitia Porsadin, Satuham.

"Kegiatan ini baru pertama kali diselenggarakan. Saya mengharapkan acara ini terus digelar secara rutin," ujar Imam pada sela pembukaan di Asrama Haji, Jalan Sukolilo Surabaya, Rabu (11/11/2015).

Porsadin akan bergulir selama satu pekan. Sejumlah gelaran olahraga dan seni akan masuk dalam acara utama Porsadin, di antaranya atletik, futsal, pencak silat, tanfidz, kaligrafi, pidato Bahasa Arab, pidato Bahasa Indonesia, dan cerdas cermat. 

Pemenang atau juara pertama di wilayah Jatim akan dikirim untuk bertanding ke Porsadin tingkat nasional. Nantinya, mereka akan melawan perwakilan dari provinsi lain di Indonesia.

Imam menyambut positif acara tersebut. Mantan sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai acara ini merupakan sarana bagi siswa Madrasah Diniyah untuk membuktikan kualitas dan prestasi di ajang olahraga dan seni.  Ia juga berharap ajang ini bisa memunculkan atlet dan santri yang mampu membawa tim nasional Indonesia menembus ke level internasional.

"Potensi-potensi inilah yang harus digali. Mereka butuh panggung untuk melakukannya. Saya punya mimpi timnas kita jadi juara dunia dan separuh pemainnya adalah santri-santri yang tersebar di Tanah Air," tambah Imam.

Wagub Jatim, Saifullah Yusuf berharap setiap atlet yang ikut serta dapat mewujudkan semangat sportivitas. Dengan begitu, setiap santri bisa menang dengan terhormat.

"Sportivitas wajib dijunjung tinggi. Buat apa menang kalau bertanding secara tidak jujur. Salah satu yang harus dihindari adalah  menyewa atlet bukan dari Madrasah Diniyah," kata Gus Ipul. (Ant)


(HIL)