Pemerintah Siap Kelola Bisnis Freeport

Suci Sedya Utami    •    11 November 2015 19:15 WIB
freeport
Pemerintah Siap Kelola Bisnis Freeport
Ilustrasi tambang Freeport. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Sony Loho menekankan Pemerintah ataupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) siap mengambil alih pengelolaan tambang di tanah Papua dan meneruskan rencana PT Freeport Indonesia untuk membangun tambang bawah tanah. 

Pasalnya anak perusahaan Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc ini didesak melepas (divestasi) sisa saham pemerintah Indonesia pada 2019. Seperti diketahui kontrak Freeport Indonesia yang mengelola tambang di Grasberg, Papua akan habis pada 2021.

"Ya mampu dong, masa diragukan. Perusahaan pertambangan kita kan sudah bagus-bagus. Tidak usah khawatir, orang Indonesia terlalu khawatir. Jadi kita mesti berani, harus bisa (mengelola)," kata Sony ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2015).

Menurut Mantan Inspektur Jenderal Kemenkeu ini, pencaplokan saham maupun pengelolaan Freeport Indonesia jatuh ke tangan pemerintah ataupun BUMN akan menguntungkan bangsa Indonesia.

"Hasil dari Freeport kan sudah banyak. Penghasilan sumber daya alam dari Freeport masih potensial sekali," jelas Sony.

Ia pun berharap, agar Freeport Indonesia dapat melepas saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Harus (IPO), kalau ada bagiannya di sini. Buat perusahaan nasional," ujarnya.

Sebelumnya, Sony mengungkapkan, prioritas utama divestasi saham perusahaan tambang emas raksasa itu masih ditawarkan kepada pemerintah pusat.

"Pemerintah daerah juga bisa minta porsi kalau mau beli. Nanti yang mau dilepas berapa, yang bisa kita beli berapa. Mau share atau mau dibeli pusat sendiri. Tapi kalau untuk ini sih prioritas ada di pemerintah pusat," ujarnya.

Sony menambahkan, pemerintah pusat ingin mengalokasikan anggaran apabila saham Freeport Indonesia bisa dibeli. Hanya saja, Sonny mengaku hal tersebut melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Kita ingin sediakan anggarannya kalau memang bisa dibeli, tapi proses siapa yang terlibat kan ada juga Kementerian ESDM. Mungkin di Badan Kebijakan Fiskal (BKF) sudah melihat persisnya seperti apa, berapa yang bisa dibeli," papar dia.

Menurut Sony, jika divestasi saham Freeport diambilalih pemerintah pusat melalui anggaran negara, maka Kemenkeu harus mengajukannya di pos Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam APBN.

"Diajukan dulu, kalau tidak dianggarkan dalam APBN sekarang, ya diajukan sebagai PMN. Tapi kita belum tahu hitungan angkanya berapa, karena Ditjen Kekayaan Negara belum terima disposisi dari Pak Menkeu," pungkas Sony.



(SAW)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

13 hours Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /