Investigas Kasus Lahan Sumber Waras

BPK Pinjam HP Mantan Kepala Dinas DKI

LB Ciputri Hutabarat    •    11 November 2015 19:52 WIB
pembelian lahan rs sumber waras
BPK Pinjam HP Mantan Kepala Dinas DKI
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama. (Foto:MI/Adam Dwi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI Jakarta diketahui meminjam telepon genggam milik mantan Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati. Telepon itu digunakan untuk menyelidiki kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat.
 
"Bu Dien sudah buat pernyataan HP dipinjam bukan disita," kata Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2015).
 
Ahok sudah meminta anak buahnya itu untuk menandatangani surat peryataan bahwa telepon miliknya disita BPK, namun Dien menolak. "Ternyata bu Dien tidak mau. Berarti benar BPK pinjam," ujarnya.
 
Ahok juga mengurungkan niatnya untuk melaporkan BPK DKI ke polisi terkait dugaan penyitaan tersebut. "Tidak jadi lapor, kecuali bu Dien bilang lisan ke saya HP-nya diambil paksa. Pintar juga orang BPK bilang pinjam. Kalau pinjam tidak salah," katanya..
 
Peminjaman Dien masih berhubungan dengan investigasi BPK soal dugaan penyelewengan dana pengadaan lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Untuk melakukan penyelidikan BPK menambah waktu 20 hari dari semula waktu 60 hari yang diberikan.
 
BPK diketahui sudah merekomendasikan Gubernur Ahok untuk membatalkan transaksi jual beli tanah untuk RS Sumber Waras. BPK menilai pembelian lahan untuk pembangunan rumah sakit pemerintah seluas 3,7 hektare itu dapat merugikan pemerintah daerah sebanyak Rp191 miliar.
 
BPK menemukan perbedaan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada lahan di sekitar Rumah Sakit Sumber Waras dengan lahan rumah sakit sendiri. Alhasil, pembelian itu diindikasikan terjadi penggelembungan dana.
 
Dalam laporannya, BPK meminta Ahok membatalkan pembelian. Jika tidak mau, badan audit negara ini meminta Ahok memulihkan indikasi kerugian minimal senilai Rp191 miliar.
 
Ahok juga direkomendasikan meminta pertanggungjawaban Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) agar menyerahkan lokasi fisik tanah di Jalan Kyai Tapa. Lokasi ini sesuai yang ditawarkan kepada Pemprov DKI dan bukan lokasi di Jalan Tomang Utara. Namun, Ahok tak menjalankan rekomendasi itu.


(FZN)


Media Malaysia: Wartawan Vietnam Agen Mata-Mata?
Final Piala AFF 2018

Media Malaysia: Wartawan Vietnam Agen Mata-Mata?

17 hours Ago

Media Malaysia menurunkan tulisan tentang tingkah laku wartawan Vietnam selama Final Piala AFF …

BERITA LAINNYA
Video /