Kaligis Sudah Siapkan Banding Sebelum Putusan PTUN

Renatha Swasty    •    11 November 2015 20:10 WIB
kpk tangkap hakim ptun
Kaligis Sudah Siapkan Banding Sebelum Putusan PTUN
O.C. Kaligis di Pengadilan Tipikor-----MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Terdakwa Otto Cornelis Kaligis sudah mengetahui putusan PTUN Medan terkait pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atas penyelidikan tindak pidana korupsi di sejumlah BUMD. Kaligis lantas menyiapkan surat kuasa banding untuk menggugat putusan PTUN.

Kaligis dalam pemeriksaan terdakwa mengaku, sebelum putusan keluar pernah bertemu dengan hakim anggota Dermawan Ginting dan Amir Fauzi. Keduanya ikut menangani gugatan perkara yang diajukan. Dalam pertemuan itu, kedua hakim tak merespons saat ditanya soal putusan.

Menurut Kaligis, dirinya ingin tahu bagaimana pendapat kedua hakim atas putusan tersebut. Dia sempat menyarankan supaya hakim berbeda pendapat alias dissenting opinion. Tapi kedua hakim tak merespons.

"Saya ke satunya juga tidak ada respons," ujar Kaligis di Pengadilan Tipikor, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/11/2015).

Lantaran tak ada respons, kata Kaligis, pihaknya langsung membuat surat kuasa banding. Kaligis memerintahkan anak buahnya, M. Yagari Bhastara alias Gerry, untuk membuat surat itu. Keinginan banding itu rupanya sudah didiskusikan lebih dulu dengan Lintong Siahaan, ahli yang dihadirkan Kaligis dalam sidang PTUN.

Hal ini terungkap dalam percakapan telepon yang disadap Komisi Pemberantasan Korupsi antara Kaligis dan Lintong. Dalam percakapan telepon 2 Juli 2015, Kaligis curhat tentang seorang hakim tak setuju dengan putusan yang akan dibuat.

"Jadi yang di Medan itu sudah yakin, tapi rambut putih itu (Amir Fauzi) dia bilang enggak. Pak Tri (Tripeni Irianto Putro) sama Pak Ginting (Dermawan Ginting) sudah setuju. Nah rambut putih ini (bilang) peraturan baru," ujar Kaligis.

"You (kamu) sudah ketemu dengan Ketua?" tanya Lintong

"Sudah, dia sih sudah, tapi kan satu enggak setuju rambut putih sebelah kanan, dasarnya di mana," jawab Kaligis.

Terkait jawaban itu, Lintong mengatakan, supaya hakim yang tak setuju didorong terus. Tapi, Kaligis mengaku tak masalah bila pada akhirnya putusan tak menang seluruhnya. Sebab dia akan banding dan sudah bertemu dengan Ketua PT TUN Medan Bambang Edi.

"Lebih bagus di-push, ini kan keputusan baru, kalau memang berbeda pendapat ini lumrah," ujar Lintong.

"Biar banding lagi pak. Enggak apa-apa, saya juga sudah ketemu juga dengan Bambang. Ini Bambang Edi, saya sudah ketemu," ujar Kaligis.

Kaligis diketahui mengajukan pengujian kewenangan Kejati Sumatera Utara atas penyelidikan terjadinya dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH), dan penyertaan modal pada sejumlah BUMD pada Pemerintah Provinsi Sumut. Kaligis diberikan kuasa menggugat oleh Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut Ahmad Fuad Lubis.

Dalam dakwaan guna mempengaruhi putusan hakim, Kaligis disebut memberikan duit sejumlah SGD5 ribu dan USD15 ribu pada Hakim Ketua PTUN Tripeni Irianto, serta masing-masing USD5 ribu pada hakim anggota PTUN Dermawan Ginting dan Amir Fauzi. Kaligis juga memberikan duit USD2 ribu buat panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan.

Terkait pemberian itu, pada 7 Juli, Tripeni, Dermawan dan Amir membacakan putusan perkara gugatan No. 25/G/2015/PTUN-MDN, dengan amar: dalam eksepsi menolak eksepsi termohon untuk seluruhnya. Dalam pokok perkara mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian.

Menyatakan keputusan termohon nomor : B-473/N.2.5/Fd.1/03/2015 tanggal 31 Maret 2015 Perihal Permintaan Keterangan terhadap Pemohon selaku Ketua Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemprov. Sumut. Ada unsur penyalahgunaan Wewenang; Menyatakan tidak sah Keputusan Termohon nomor : B473/N.2.5/Fd.1/03/2015 tanggal 31 Maret 2015 Perihal Permintaan Keterangan terhadap Pemohon selaku Mantan Ketua Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemprov. Sumut. Menghukum termohon untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp269.000 dan menolak permohonan pemohon untuk selain dan selebihnya.


(TII)


Kepolisian Liverpool Dinilai Tidak Becus

Kepolisian Liverpool Dinilai Tidak Becus

9 hours Ago

Pengacara yang mewakili dua ultras Roma tersangka penganiayaan suporter Liverpool menyatakan ke…

BERITA LAINNYA
Video /