Jokowi Sebut Pilkada Sarana Harapan Rakyat yang Harus Dijaga

Mufti Sholih    •    12 November 2015 12:33 WIB
jokowipilkada serentak
Jokowi Sebut Pilkada Sarana Harapan Rakyat yang Harus Dijaga
Presiden Joko Widodo----MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menyebut, momen penyelenggaraan pilkada serentak 2015 akan menjadi ujian sekaligus pelajaran buat menyongsong pilkada selanjutnya di 2017 dan 2018. Presiden menggarisbawahi, penyelenggaraan pilkada serentak akan menjadi pengalaman penting sebelum sampai pada Pemilu Nasional Serentak pada 2019.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo di Rapat Koordinasi Nasional Pemantapan Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2015 di Eco-Park Ancol, Jakarta Utara, Kamis (12/11/2015).‎

"Untuk itu, kita harus siapkan momen-momen demokrasi itu sebaik-baiknya," kata Presiden.

Presiden mengingatkan, persiapan dilakukan semuanya lebih awal, terutama aturan mainnya. Presiden menginstruksikan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Hukum dan HAM segera menyiapkan Rancangan Undang-Undang yang mengatur tentang Pemilu Nasional Serentak. Supaya, berbagai instrumen pelaksanaan dapat disiapkan dari dini oleh KPU dan Bawaslu.

Dalam setiap pelaksanaan pemilu, kata Jokowi, rakyat Indonesia sudah semakin matang dalam berdemokrasi. ‎Untuk itu, Presiden mengingatkan kepada semua pihak terus menjaga dan merawat kepercayaan rakyat terhadap proses demokrasi. Presiden meminta, seluruh pihak menjaga kualitas pelaksanaan Pemilhan Umum di Indonesia.

"Saya yakin dengan kerja keras pilkada serentak bisa berjalan dengan aman, damai dan demokratis," tutur Presiden.‎‎

Pilkada 2015 adalah pilkada pertama yang melibatkan rakyat di 269 daerah pemilihan. Mereka akan memilih sembilan gubernur dan wakil gubernur, 224 bupati dan wakil bupati, serta 36 wali kota dan wakil wali kota secara serentak. Karena itu, Jokowi menyebut, hal yang terpenting dan harus selalu diingat adalah harapan dari seluruh rakyat Indonesia.‎

"Harapan rakyat agar pilkada bisa menjadi wahana pemenuhan hak-hak politik rakyat secara langsung, inklusif dan demokratis," ucap Presiden.‎


(TII)


Video /