Usai Putusan, Kaligis Kembali Berikan Uang ke Hakim Tripeni

Achmad Zulfikar Fazli    •    12 November 2015 14:37 WIB
kpk tangkap hakim ptun
Usai Putusan, Kaligis Kembali Berikan Uang ke Hakim Tripeni
Terdakwa kasus dugaan suap panitera dan hakim PTUN Medan, Sumatra Utara, Tripeni Irianto Putro menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (12/11).--Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengacara senior Otto Cornelis Kaligis melalui anak buahnya, M. Yagari Bhastara alias Gerry kembali memberikan amplop berisikan uang kepada Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Tripeni Irianto Putro. Pemberian itu dilakukan usai putusan gugatan yang diajukan Kepala Biro Keuangan Provinsi Sumatera Utara, Ahmad Fuad Lubis, 9 Juli 2015.

"Sekira pukul 09.30 WIB, ada masuk saudara Gerry, saya tak mengundang, tiba-tiba datang. Dia bilang bawa ucapan terima kasih dari Pak OC (Kaligis)," ujar Tripeni saat sidang pemeriksaan dirinya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/11/2015).

Amplop, kata dia, diletakan Gerry di atas kursi di ruang kerjanya atas perintah Kaligis. Kemudian, Tripeni mengambil dan memasukannya ke dalam tas.

"Gerry langsung meletakan di atas kursi, sambil mengatakan, saya hanya melaksanakan tugas dari OC Kaligis dan dia keluar," kata dia.

Tak lama setelah pemberian amplop tersebut, penyidik KPK bernama Harun masuk ke ruangan Tripeni. Harun bertanya barang apa yang diberikan Gerry kepadanya, sebelum akhirnya Tripeni dan Gerry dicokok dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan penyidik KPK.

"Hanya satu penyidik, Harun. Dia nanya Gerry bawa apa? Saya bilang bawa amplop. Terus saya dibawa ke Polsek Sunggal. Setelah itu baru dibawa ke Polresta Medan," ungkap dia.

Diketahui, O.C. Kaligis and Associates adalah kuasa hukum pribadi Gatot Pujo Nugroho. Kantor ini melalui pengacara Yagari Bhastara alias Gerry tengah menangani permohonan Pemerintah Provinsi Sumut yang diajukan Kepala Biro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis ke PTUN Medan.

Dalam perkara itu, Fuad Lubis memenangkan perkara. Diduga, ada uang suap yang diberikan ke hakim supaya permohonan diterima. Pasalnya, saat penangkapan Gerry, panitera dan tiga hakim PTUN Medan, penyidik KPK mengamankan USD15 ribu dan SGD5 ribu dari Ruangan Ketua PTUN Medan.

Dalam kasus ini KPK sudah menetapkan tersangka terhadap Ketua PTUN Tripeni Irianto Putro, Hakim Amir Fauzi, dan Hakim Dermawan Ginting, Pengacara M. Yagari Bhastara alias Gerry, dan Panitera Syamsir Yusfan yang juga menjabat sekretaris PTUN Medan. Belakangan, O.C. Kaligis juga ditetapkan sebagai tersangka.


(MBM)

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

3 hours Ago

Timnas U-16 hanya membutuhkan hasil seri di laga terakhir penyisihan Grup G saat menghadapi Lao…

BERITA LAINNYA
Video /