Impor Beras Dinilai Bertentangan dengan Semangat Swasembada Beras

Wanda Indana    •    13 November 2015 06:58 WIB
beras
Impor Beras Dinilai Bertentangan dengan Semangat Swasembada Beras
Ilustrasi beras -- ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Metrotvnews.com, Jakarta: Langkah impor beras yang dilakukan pemerintah dinilai bertentangan dengan semangat swasembada pangan yang digaungkan pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla. Alasan bencana kekeringan (el nino), dirasa kurang tepat.

Ketua Umum Serikat Tani Indonesia, Henri Saragih, menentang kebijakan impor beras. Sebab, menurut dia, ketersediaan beras masih cukup.

"Harusnya ada perubahan mental, katanya kan mau perubahan mental, jangan khawatir sedikit langsung impor beras. Ajak rakyatnya dong mengkonsumsi sumber karbohidrat di luar beras, kan banyak" Kata Henri, Kamis (12/11/2015).

Menurut Henri, Pemerintah jangan hanya melihat ketersedian beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menentukan kebijakan impor beras. Pemerintah, kata Henri, juga harus melihat kemampuan produksi petani di daerah.

"Merujuk UU pangan pasal 38, sebenarnya impor beras saat ini ilegal. Yang menentukan cukup tidaknya ketersediaan beras adalah Kemeterian Pertanian, karena dia acting harian kebijakan pangan langsung dari Presiden, bukan Wakil Presiden," jelasnya.

Sebanyak 27.065 ton beras tiba di Dermaga 300 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Beras-beras ini merupakan bagian dari 1 juta ton beras yang diimpor dari Vietnam.


(REN)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

3 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /