Putusan Pengadilan Rakyat Terkait Peristiwa 1965 Bisa Picu Kontroversi

Fajar Nugraha    •    13 November 2015 09:58 WIB
indonesia-belanda
Putusan Pengadilan Rakyat Terkait Peristiwa 1965 Bisa Picu Kontroversi
Foto: Top News

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengadilan Rakyat Internasional (IPT) terkait peristiwa 1965 di Den Haag, Belanda akan membuat putusan atau rekomendasi. Pengamat menilai niat itu tidak tepat.

IPT akan mengeluarkan putusan atau rekomendasinya kurang lebih enam jam dari sekarang. Menurut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikhamahanto Juwana, ada baiknya agar Putusan atau Rekomendasi tersebut tidak dikeluarkan karena akan menuai kontroversi di masyarakat Indonesia.

"Ada tiga alasan mengapa pengadilan tidak perlu keluarkan rekomendasi. Pertama, putusan atau rekomendasi akan prematur. Hal ini karena para hakim IPT tidak diberi waktu untuk mencerna kesaksian, fakta serta bukti yang disampaikan di persidangan," sebut Hikmahanto, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (13/11/2015).

Dalam proses peradilan, pengambilan putusan dilakukan beberapa waktu setelah proses pemeriksaan dilakukan. Tidak mungkin putusan diberikan dalam hitungan jam atau hari.

"Kedua, penyampaian kesaksian dalam pemeriksaan tidak dilakukan verifikasi. Sehingga obyektifitasnya tidak dapat diuji. Ketiga, bila putusan atau rekomendasi bernuansa negatif kepada pemerintah Indonesia bukannya tidak mungkin elemen-elemen masyarakat akan menentangnya. Sehingga keinginan untuk menekan pemerintah dengan pembentukan IPT justru dapat memecah belah bangsa yang telah melalui jalan panjang konsolodasi pasca peristiwa 1965," imbuh Hikmahanto.

Lebih lanjut Hikmahanto menambahkan bahwa IPT bermanfaat sebagai forum bagi korban untuk menyampaikan apa yang dialami dalam bentuk kesaksian. Suatu hal yang tidak mungkin terjadi di masa pemerintahan Soeharto. Apa yang diungkapkan pun merupakan pelajaran bagi generasi sekarang dan mendatang agar peristiwa 1965 tidak akan terulang kembali di Indonesia.

Apa yang dilakukan IPT bila dilakukan tanpa putusan atau rekomendasi inilah yang seharusnya dijalankan oleh Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi. Disitu tidak saja korban yang dituduh terlibat dalam PKI saja yang didengar tetapi juga korban dari pihak PKI. Sayangnya UU KKR telah dinyatakan tidak konstitusional oleh Mahkamah Konstitusi.
 


(FJR)

Alves tak Terkejut dengan Performa Menawan Neymar
Paris Saint-Germain vs Celtic

Alves tak Terkejut dengan Performa Menawan Neymar

19 hours Ago

Neymar berhasil menyarangkan sepasang gol ke gawang Celtic  pada menit ke-9 dan menit ke-2…

BERITA LAINNYA
Video /