Rupiah Melambat, Krakatau Steel Sulit Tingkatkan Laba di 2016

Dian Ihsan Siregar    •    13 November 2015 19:13 WIB
krakatau steel
Rupiah Melambat, Krakatau Steel Sulit Tingkatkan Laba di 2016
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengakui bila tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) disepanjang tahun ini menjadi kendala utama yang memberatkan perseroan dalam meningkatkan laba bersih di 2016. 

‎"Walaupun pendapatan kami dalam USD, tetapi tunainya rupiah. Jadi ini memang yang agak berat," ujar Direktur Keuangan Krakatau Steel Anggiasari Hindratmo‎, ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/11/2015).

Saat ini, perlambatan ekonomi domestik dan global yang diwarnai depresiasi rupiah telah menurunkan daya beli konsumen baja. Hal itu terlihat dari minat beli masyarakat yang semakin menurun. Tidak ditampik bila sekarang ini produksi baja di dunia sedang meningkat.

Anggiasari menjelaskan, dengan adanya peningkatan ini maka Krakatau Steel akan bekerja lebih optimal hingga akhir tahun ini untuk menggenjot akselerasi bisnis. ‎"Memang saat ini produktivitas kami belum optimum," aku Anggiasari.

Lebih lanjut, ia mengatakan, salah satu cara untuk menghadapi pelemahan harga baja, perlambatan ekonomi, dan tren depresiasi rupiah, maka strategi Kraktau Steel di 2016 adalah dengan cara menjalani langkah efisiensi, di mana langkah itu telah dijalani sejak 2014 dan berhasil memangkas pengeluaran sebesar USD195,5 juta. 


(ABD)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

1 day Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /