Sudirman Said Dicecar Soal Anggaran Proyek Usulan Dewie

Yogi Bayu Aji    •    13 November 2015 21:25 WIB
suap pltu di papua
Sudirman Said Dicecar Soal Anggaran Proyek Usulan Dewie
Sudirman Said. Foto: Yogi Bayu Aji/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dicecar soal anggaran proyek pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Deiyai, Papua. Proyek diusulkan anggota Komisi VII Fraksi Hanura, Dewie Yasin Limpo.

Menurut Sudirman, proposal proyek yang menjadi perkara itu memang belum masuk APBN Kementerian ESDM. Sebab, tak memenuhi syarat.

"Jadi pernah diajukan beberapa kali, tapi ditolak," kata Sudirman usai diperiksa di Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/11/2015).

Mantan Direktur PT Pindad ini mengaku tak tahu besaran nilai proyek. Namun, dia hakul yakin syarat administrasi usulan proyek tersebut tidak terpenuhi lantaran tidak lengkap terkait administrasi, studi kelayakan, dan detail rancang bangun.

Dia pun membantah dirinya pernah membahas usulan proyek ini secara pribadi dengan Dewie dan sekretaris pribadinya, Rinelda Bandaso.

"Seluruh pembahasan anggaran dilakukan di forum resmi," tegas Sudirman.

Kasus ini terbongkar ketika Dewie yang juga merupakan adik Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo bersama staf ahlinya Bambang Wahyu Hadi dicokok KPK pada Selasa 20 Oktober 2015 lalu. Kedua diciduk dalam rangkaian operasi tangkap tangan terhadap sespri Dewie, Rinelda, Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Deiyai, Papua, Iranius Adi, dan Direktur PT Abdi Bumi Cendrawasih Setiadi.

Saat penangkapan, KPK menemukan uang dalam bentuk dolar Singapura sekitar SGD177.700 di dalam snack makanan ringan. Fulus itu diduga merupakan dari Setiadi untuk Dewie yang diberikan melalui Rinelda terkait usulan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Deiyai, Papua.

KPK kemudian menetapkan Iranius Adi dan Setiadi sebagai tersangka pemberi suap. Keduanya dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Kemudian Dewie Yasin Limpo, Rinelda Bandaso, dan Bambang Wahyu Hadi ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Mereka diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.


(TII)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

3 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /