Politikus Pencatut Nama Presiden Akan disebut Pada Waktu Yang Tepat

Yogi Bayu Aji    •    14 November 2015 05:18 WIB
pencatut nama presiden
Politikus Pencatut Nama Presiden Akan disebut Pada Waktu Yang Tepat
Menteri ESDM Sudirman Said di KPK-----MTVN/Yogi Bayu Aji.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said masih belum mau membongkar nama politikus pencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dia hanya menjanjikan suatu saat nanti nama pelaku akan dibeberkan.

"Gini-gini, ini bukan forum yang tepat untuk mengungkapkan nama. Suatu saat pada waktu dan forum yang tepat saya akan menyampaikan," kata Sudirman di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (13/11/2015) malam.

Mantan Direktur PT Pindad ini berkilah dengan menggunakan alasan bahwa dia di KPK bukan untuk mendiskusikan masalah pencatutan nama Presiden dan wakilnya tersebut. Melainkan memenuhi panggilan pemeriksaan dari lembaga antikorupsi untuk perkara Dewie Yasin Limpo.

"Hari ini pembahasannya Ibu Dewie Yasin Limpo (tersangka KPK)," jelas dia.

Dia menjelaskan, keengganannya untuk mengungkap perkara ini bukan lantaran diancam berbagai pihak. Dia hanya merasa memang saat ini bukan waktu yang tepat.

"Enggak, enggak ada ancaman. Suatu ketika akan kita sampaikan namanya ya," jelas dia.

Ketika dikonfirmasi apakah oknum pencatut yang dimaksud adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto, Sudirman masih belum memberikan jawaban pasti.

"Suatu ketika akan kita sampaikan pada forum yang tepat dan saya ingin bertemu dengan Dewan Kehormatan Dewan,"  tandas Sudirman.

Jumat 6 November lalu, Sudirman menyebut ada oknum yang menjual nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengeruk keuntungan pribadi. Nama orang nomor satu dan nomor dua terpenting di negeri ini itu dimanfaatkan untuk meminta saham ke PT Freeport Indonesia.

Orang tersebut, kata Sudirman, menjual nama Presiden dan Wakil Presiden untuk menjadi jembatan perpanjangan izin operasi PT Freeport Indonesia. Sesuai kontrak, izin perusahaan asal AS itu akan berakhir tahun 2021.

Sudirman sudah melaporkan kejadian itu kepada Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. Tujuannya, agar Jokowi dan Jusuf Kalla bisa menindaklanjuti.


(DEN)

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

3 hours Ago

Timnas U-16 hanya membutuhkan hasil seri di laga terakhir penyisihan Grup G saat menghadapi Lao…

BERITA LAINNYA
Video /