Jelang Reshuffle Jilid Dua, Menteri Diminta Tidak Lakukan Pencitraan

Wandi Yusuf    •    14 November 2015 07:19 WIB
reshufle kabinet
Jelang Reshuffle Jilid Dua, Menteri Diminta Tidak Lakukan Pencitraan
Ilustrasi SILATURAHMI PRESIDEN DENGAN PASKIBRAKA: Presiden Joko Widodo (kesebelas dari kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua belas dari kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kesebelas dari kiri) didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla (ketiga b

Metrotvnews.com, Jakarta: Menjelang reshuffle jilid kedua, Menteri diminta tak melakukan pencitraan di media massa. Pengamat politik Masnur Marzuki mengatakan media kerap dijadikan sarana untuk mengesankan adanya gebrakan para Menteri sehingga luput dari evaluasi.

"Reshuffle digelar harus berdasarkan kinerja menteri bukan pertimbangan kalkulasi politik. Sudah terlambat bagi yang sudah kadung dianggap jelek lalu melakukan akrobat politik pencitraan melalui media," kata Masnur dalam keterangannya kapada wartawan, Jumat (13/11/2015).

Menurutnya, pencitraan yang dilakukan para Menteri yang namanya banyak diperbincangkan akan diganti, justru berpotensi menghancurkan kabinet di mata publik.

"Jangan-jangan itu justru sengaja dilakukan demi menjaga kursi agar tetap aman dengan melakukan tindakan ofensif yang ujungnya seperti memukul air di dulang," ungkap Masnur.

Sebelumnya, Politisi PDI Perjuangan Sukur Nababan berharap pergantian kabinet sebaiknya berbasis kinerja dan melihat keseimbangan politik.

"Menteri pengganti jangan yang memberi masalah ke Presiden. Seperti sekarang, menteri di ekonomi kan bermasalah khususnya soal Penyertaan Modal Negara (PMN) dan Pansus Pelindo II," tandas Mansur.


(DEN)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /