Anak Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah Batik

Pythag Kurniati    •    14 November 2015 15:42 WIB
sungai
Anak Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah Batik
Kali Jenes, salah satu anak sungai Bengawan Solo. Foto: Metrotvnews.com/Pythag

Metrotvnews.com, Solo: Air anak sungai Bengawan Solo di Kota Solo mengandung logam berat berjenis cadmium (Cd), chromium (Cr), dan timbal (Pb) di luar standar baku mutu. Temuan tersebut mengemuka dari hasil penelitian dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret Solo, Pranoto. 

Beberapa sungai yang kandungan airnya diteliti antara lain Kali Jenes, Kali Pepe, dan Kali Anyar. Aliran sungai yang hendak masuk ke Kota Solo seperti sungai di daerah Telukan dan perbatasan Solo-Karanganyar, tak luput dari penelitian.

Pranoto mengatakan kandungan cadmium dan chromium diperkirakan berasal dari limbah industri, terutama industri batik. “Standar baku mutu untuk Cadmium adalah 0,01 ppm, namun kandungan cadmium di anak sungai Bengawan Solo 16 kali lipat melebihi standar, begitu juga dengan kandungan chromium,” jelasnya.

Sedangkan kandungan timbal, kata Pranoto, mungkinkan dipengaruhi keadaan udara. Pranoto juga memaparkan bahwa air sungai juga mengandung merkuri (Hg) sebanyak 0,001 ppm. 

Kandungan yang paling melebihi batas baku mutu adalah detergen dan bakteri coli. Air anak sungai di Kali Jurug, misalnya, mengandung detergen tiga kali lipat standar baku mutu. Sedangkan Kali Anyar mengandung tiga kali lipat bakteri coli dari standar baku mutu.

Tinggi rendahnya kualitas air sungai, kata Pranoto, juga dapat diukur melalui beberapa parameter seperti kandungan pH, kelarutan oksigen dan daya hantar listrik (DHL). Kandungan pH standar antara 6,5 hingga 8,5 sementara pH sungai di Kota Solo kurang dari baku mutu tersebut. Kelarutan oksigen juga berada di bawah baku mutu yakni kurang dari 2 ppm. 

Pranoto berharap penelitannya menjadi perhatian pemerintah, pelaku industri dan masyarakat. “Jika tidak segera disikapi serius, air sungai di Solo akan lebih tercemar di tahun-tahun mendatang,” kata dia.

Pranoto melakukan analisis kualitas air sungai di Kota Solo sejak 2014 dan belum mengalami banyak perubahan pada 2015. Standar baku mutu yang digunakan oleh Pranoto mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.


(UWA)

Ini Klub yang Ingin Dihindari Juventus di 16-Besar Liga Champions
Jelang Undian Babak 16-Besar Liga Champions

Ini Klub yang Ingin Dihindari Juventus di 16-Besar Liga Champions

1 day Ago

Juventus berpeluang bertemu dengan salah satu dari lima klub Inggris.…

BERITA LAINNYA
Video /