Peserta Pilkada Kendal Dukung Larangan Hitung Cepat

Iswahyudi    •    14 November 2015 16:05 WIB
pilkada serentak
Peserta Pilkada Kendal Dukung Larangan Hitung Cepat
Tiga anggota KPU Kendal menjelaskan mekanisme pilkada ke peserta. Foto: Metrotvnews.com/Iswahyudi

Metrotvnews.com, Kendal: Hitung cepat atau quick count yang dilakukan lembaga independen atau pihak ketiga, sudah dilarang KPU Jawa Tengah, awal November lalu. Sikap ini didukung seluruh peserta pilkada Kendal.

Ketua KPUD Kendal, Wahidin Said, menyatakan hitung cepat meningkatkan intensitas konflik di pilkada, baik menjelang, pada saat, dan sesudah pencoblosan. "Hasilnya kadang tak akurat sehingga lebih banyak meresahkan masyarakat," kata Wahidin saat ditemui di kantornya, Sabtu (14/11/2015).

Pasangan nomor urut dua, Mirna Annisa-Masrur Maskur, mengaku dirugikan jika ada hitung cepat. "Hitung cepat tam memberi pengaruh signifikan terhadap kami, termasuk bagi calon petahana," kata Mirna. 

Menurutnya, calon petahana telah memiliki sistem jaringan yang baik. "Tanpa hitung cepat pun, mereka lebih tahu, daerah-daerah mana saja yang potensial mendulang suara," kata dia.

Pasangan nomor urut satu Widya Kandi Susanti-Moh Hilmi juga menyambut pelarangan hitung cepat. "Saya mengikuti aturan saja. Kalau memang dilarang, ya kita ikut saja," ujar Widya.

Jawa Tengah melaksanakan pilkada di 21 Kabupaten dan kota. Daerah-daerah itu antara lain Kota Semarang, Pekalongan, Surakarta, Magelang, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, Grobogan, Rembang, Blora, dan Sukoharjo. Selanjutnya, Sragen, Wonogiri, Klaten, Boyolali, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Pekalongan.


(UWA)

Barcelona Resmi Perkenalkan Paulinho
Paulinho ke Barcelona

Barcelona Resmi Perkenalkan Paulinho

6 hours Ago

Barca juga menyertakan klausul pengaktifan pemain yang bernama lengkap José Paulo Bezerr…

BERITA LAINNYA
Video /