Cegah Kerasukan, Pemandu Wisata Lawang Sewu Tak Ceritakan Kisah Mistis

Nia Deviyana    •    14 November 2015 16:40 WIB
wisata sejarah
Cegah Kerasukan, Pemandu Wisata Lawang Sewu Tak Ceritakan Kisah Mistis
Lawang Sewu. (foto:MTVN/Nia Deviyana)

Metrotvnews.com, Semarang: Keberadaan Lawang Sewu sebagai ikon wisata Kota Semarang tak lepas dari cerita mistis yang beredar. Terlepas benar atau tidak, nyatanya, ada saja pengunjung yang mengalami kerasukan.

Untuk mencegah hal itu, para pemandu wisata di lawang sewu mulai mengurangi cerita terkait hal mistis yang menjadi desas-desus warga sekitar.

"Soalnya kalau diceritakan ke pengunjung, takutnya pada takut sendiri dan jadi kepikiran. Rasa takut itu yang bikin kerasukan. Namanya mahluk halus dimana-mana pasti ada," kata Juned, pemandu wisata kota Semarang saat berbincang dengan Metrotvnews.com.

Meski demikian, tak jarang para pengunjungnya sendiri yang memaksa pemandu wisata agar mau menceritakan kisah mistis itu.

Lawang Sewu atau gedung seribu pintu dibangun pada masa pemerintahan Belanda pada 1904, dan selesai pada 1907. Gedung ini dibangun oleh perusahaan swasta Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), yang merupakan perusahaan kereta api pertama di Hindia Belanda yang menghubungkan Semarang dengan 'Vorstenlanden' (Surakarta dan Yogyakarta), dengan jalur pertama Semarang-Tanggung pada 1867.



Di Lawang Sewu, para pengunjung bisa menyaksikan sejarah kereta api, artefak maupun foto tentang perkeretaapian Indonesia.

Gedung ini memiliki 928 daun pintu. Karena terlalu banyak, masyarakat menyebutnya dengan lawang sewu (seribu pintu).



Pada masa kependudukan Jepang, tempat yang terdiri dari 5 bangunan ini dijadikan sebagai Riyuku Sokyuku (jawatan transportasi Jepang). Bangunan ini jatuh kembali ke tangan Belanda saat terjadi agresi militer pada 1946. Pada 1994, gedung ini diserahkan kepada PT. KAI (dulu bernama PERUMKA).


Bangunan yang berlokasi di Jalan Pemuda ini juga menjadi saksi bisu pertempuran lima hari di Semarang yang meletus pada 15-20 Oktober 1945. Peristiwa tersebut diabadikan dalam wujud Monumen Tugu Muda yang berlokasi persis di depan lawang sewu.

Lokasi Lawang Sewu pun bisa dibilang strategis dan mudah dijangkau yakni hanya 15 menit dari Bandara Ahmad Yani atau stasiun Tawang. Sementara dari pelabuhan Tanjung Emas kira-kira 20 menit perjalanan.


(LOV)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /