Langkah Sudirman Dituding untuk Tutupi Kebobrokan Pemerintah Soal Freeport

Husen Miftahudin    •    16 November 2015 15:56 WIB
pencatut nama presiden
Langkah Sudirman Dituding untuk Tutupi Kebobrokan Pemerintah Soal Freeport
Wakil Ketua DPR Fadli Zon,--Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak pihak mencibir langkah Menteri ESDM Sudirman Said yang melaporkan pencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla ke Mahkamah Kehormatan Dewan. Menteri Sudirman dituding bermanuver untuk menutupi sesuatu.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai, langkah Sudirman justru hanya ingin mempermudah jalan PT Freeport Indonesia memperpanjang kontrak operasinya. Langkah ini juga diduga untuk menutupi kebobrokan pemerintah Amerika Serikat.

Menurut dia, selama ini Sudirman memberi keleluasaan pada Freeport untuk beroperasi di Indonesia. Ini terlihat dari usaha pemerintah yang meminta PT Freeport untuk tetap memperpanjang Kontrak Karya (KK). Seharusnya, usaha pemerintah tersebut hanya dapat dilakukan dua tahun sebelum masa KK Freeport berakhir, yakni pada 2019.

"Selama ini Menteri ESDM-lah yang beri banyak (memberi) keleluasaan. Kontraknya berakhir 2021. Perpanjangan kontrak baru dibicarakan dua tahun sebelumnya," ujar Fadli Zon di Kompleks MPR/DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/11/2015).

Tak hanya itu, lanjut Fadli, pemerintah mewajibkan perusahaan membangun pabrik pengolahan dan pemurnian mineral dan batu bara (smelter). Pembangunan smelter yang tertuang dalam Undang Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara tidak berlaku di tangan Freeport.

"Ada juga UU yang mengharuskan untuk ekspor harus bangun smelter. Justru Kementerian ESDM beri keleluasaan untuk mengekspor (pada Freeport), padahal belum ada smelter," kata politikus Gerindra itu.

Bagi Fadli, langkah Sudirman melaporkan oknum anggota PDR hanya untuk mengalihkan isu ketidakmampuan pemerintah menangani Freeport.

"Kenapa kok Sudirman Said tanda tangan izin Freeport bisa ekspor? Ini merugikan negara juga. Saya rasa ini sebatas isu atau rumor dan kita belum tahu isi pembicaranannya. Apakah pembicaraannya formal atau pribadi," paparnya.

Fadli menuding Sudirman tak berlaku adil pada perusahaan lain. Freeport diistimewakan. Bagi Fadli, Sudirman adalah antek Freeport. Berbagai kemudahan diberikan Sudirman kepada perusahaan asal Amerika Serikat itu.

"Menteri di bidang migas tak berpestasi. (Laporan Sudirman) Itu suatu manuver politik untuk menutupi sesuatu. Dia lah yang paling banyak menguntungkan Freeport. Antek Freeport," kecam Fadli Zon.


(MBM)