Gubernur Aher: Jabar Waspada 1 Longsor dan Banjir

Jaenal Mutakin    •    16 November 2015 16:20 WIB
musim hujan
Gubernur Aher: Jabar Waspada 1 Longsor dan Banjir
Foto: ilustrasi banjir/Ant_Fahrul Jayadiputra

Metrotvnews.com, Bandung: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan Jabar waspada satu bencana alam khususnya longsor dan banjir. Aher, demikian ia kerap disapa, mengimbau warga lebih waspada.

"Waspada satu didasarkan pada kejadian longsor sebagai kejadian tahunan yang biasa terjadi di Jawa Barat karena kondisi tanah di Jabar termasuk dalam kategori lahan subur yang biasa dijadikan tempat bercocok tanam masyarakat," kata Ahmad Heryawan di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (16/11/2015).

Aher mengatakan, lahan subur itu biasa ditandai dengan mudahnya pergeseran lahan. Ia mengimbau warga lebih waspada di musim hujan kali ini.

"Saya nyatakan ini waspada satu," kata dia.

Pada Minggu 15 November kemarin, jalan penghubung antarkecamatan Sindangwangi dan Kecamatan Leuwimunding di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, longsor usai diguyur hujan selama dua hari terakhir. Sejumlah ruas jalan lainnya retak sepanjang 20 meter.

Menurut Aher, tanah di Jawa Barat yang biasa dijadikan tempat bercocok tanam umumnya rentan longsor. Terlebih, petani biasa membuka lahan baru tidak jauh di sekitar wilayah yang telah dijadikan sebagai lahan bercocok tanam sehingga luas lahan garapan mengalami pergeseran tanah.

"Bagi para petani penggarap di lahan perbukitan, ketika longsor terjadi, mereka kemudian berpindah ke lahan baru sisa longsor. Mereka biasa menghadapinya karena tanah subur memang berpindah-pindah. Tapi dalam Waspada 1 ini, rumah di bawah lokasi rawan longsor lah yang kami imbau segera pindah," ujar dia.

Menurut dia, jika memungkinkan, masyarakat bisa menempati dulu lahan dan aset milik Pemprov Jawa Barat. Akan tetapi, tidak di setiap kota dan kabupaten terdapat aset seperti itu, sehingga dibutuhkan kerjasama pemerintah kota dan kabupaten.

"Yang terpenting itu tidak ada manusia dan perumahan di sekitar kawasan yang berbahaya atau rentan longsor," imbuh dia.

Sementara itu, berdasar pemetaan Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Jabar menyebutkan ada lima wilayah rawan longsor. Yakni Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Bandung Barat, Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Jabar Hariadi mengatakan pergerakan tanah di wilayah tersebut cenderung aktif, terlebih kontur tanah berupa perbukitan dan tebing.

BPBD memantau kawasan tersebut setiap saat, dengan cara melihat langsung atau berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota. Selain itu, BPBD Jabar telah menyiapkan langkah antisipasi, antara lain menyiapkan jalur evakuasi dan alat tanggap bencana di setiap BPBD kabupaten/kota di Jabar.


(TTD)


Video /