WS Rendra dan Cara Pandangnya terhadap Islam

Anindya Legia Putri    •    16 November 2015 17:14 WIB
kultur
WS Rendra dan Cara Pandangnya terhadap Islam
WS Rendra (Foto:Antara/Aditya)

Metrotvnews.com, Jakarta: Hari ini digelar peringatan 80 Tahun Rendra: dalam Kenangan Sahabat.

Acara yang digelar Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta  itu terdiri atas seminar nasional, pemutaran video pementasan Rendra, dan haul 80 tahun Rendra.

Pada sesi pertama, hadir Herry Dim (seniman, Bandung) dan juga Eep Saefulloh Fatah, seorang pengamat politik yang juga sahabat Willibrordus Surendra Broto Rendra atau yang dikenal dengan WS Rendra.

Salah satu hal yang menarik dalam sesi pertama, Rendra dalam Diskursus Kebudayaan Indonesia, yaitu saat membahas bagaimana cara pandang Rendra terhadap agama Islam, agama kedua yang dia anut hingga akhir hayat.

Seniman yang lahir di Solo, 7 November 1935, ini pada terlahir sebagai penganut Katolik. Dia banyak mengenal Islam dari istrinya, seorang putri Keraton Prabuningratan, BRA Sitoresmi Prabuningrat, hingga akhirnya mengucap dua kalimat syahadat.

Menurut Eep, cara pandang Rendra tentang agama adalah pandangan seseorang yang tak terkungkung oleh teks.

"Rendra juga tak memahami agama sebagai sebuah simbolisasi. Baginya, Islam adalah rahmat sekalian alam. Tidak pernah mengecilkan suatu hal," jelas Eep.

Sebagai sastrawan besar, Rendra adalah sosok yang kecil, menyerah, tulus dan ikhlas ketika harus berhadapan dengan Illahi.

"Keberaniannya hilang, dalam kesendiriannya saat berhadapan dengan Tuhan," katanya.

Eep menceritakan, Rendra pernah berbicara kepadanya bahwa dirinya telah bertemu Tuhan. Kejadian itu terjadi saat Rendra menjalani ibadah haji.

"Saat menjalankan ibadah haji, dia merasa setiap kali minum air atau apa saja yang diminumnya, bahkan air zam-zam, dia merasa seperti meminum minuman keras, Chevas Regal, yang merupakan minuman favoritnya. Kebingungan pun menyelimuti Rendra. Akhirnya, kejadian aneh itu baru selesai saat dia usai menjalani ibadah haji, dan dalam penerbangan dari Jeddah ke Amsterdam."

"Saat diberikan air putih di dalam pesawat, Rendra dengan lirih berdoa dan memohon kepada Allah untuk selesai menghukumnya. Kemudian, dia meminum air putih tersebut dan akhirnya merasakan rasa air putih sesungguhnya. Dia pun mengucap  asma Allah dengan lantang hingga membuat satu pesawat terkejut akan teriakannya. Dari kejadian itu, dia berjanji untuk tidak menengguk kembali minuman keras. Itulah bagaimana cara Rendra mendefinisikan 'bertemu' Tuhan," ujar Eep.

Bahkan karya terakhirnya pun sangat religius. Puisi tersebut menyampaikan bagaimana seorang hamba yang pasrah dan ingin kembali kepada penciptanya.

Puisi tersebut dibuat pada 31 Juli 2009, enam hari sebelum Rendra tutup usia pada 6 Agustus 2009.

Berikut petikan puisi terakhir Rendra.

Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal

Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar

Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi

Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah

Tuhan, aku cinta padamu.



(ROS)


Bungkam Malaysia, Vietnam Juara Piala AFF 2018
Leg II FInal PIala AFF 2018

Bungkam Malaysia, Vietnam Juara Piala AFF 2018

28 minutes Ago

Gelar itu diraih usai membungkan Malaysia 1-0 pada leg kedua babak final di My Dinh National St…

BERITA LAINNYA
Video /