Soal Pencatutan Nama Presiden, Ini Tanggapan PT Freeport

Annisa ayu artanti, Arif Wicaksono    •    16 November 2015 20:03 WIB
pencatut nama presiden
 Soal Pencatutan Nama Presiden, Ini Tanggapan PT Freeport
Tambang Freeport di Papua. ANTARA/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Freeport Indonesia (PTFI) menolak berkomentar mengenai pengaduan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR terkait pencatutan nama Presiden dan Wakil Presisden dalam alokasi divestasi saham PTFI.

Juru bicara PT Freeport Indonesia (PTFI) Riza Pratama mengatakan Freeport tak dapat berkomentar karena pengaduan tersebut sudah sampai di MKD. Dia menunggu kabar selanjutnya dari pemerintah.

"PTFI tak dapat berkomentar karena telah dilaporkan ke MKD, kita tunggu saja kabar selanjutnya," kata Reza ketika dihubungi Metrotvnews.com di Jakarta, Senin (16/11/2015).

Dia mengatakan Freeport Indonesia sudah mengikuti aturan Indonesia dan menggunakan prinsip etika bisnis perusahaan yang dianut dari negara asalnya, yakni AS.

"Kita sudah melakukan Foreign Corrupt Practice Act (FCPA)," tambah dia.

FCPA merupakan peraturan dari AS yang melarang perusahaan AS untuk memberikan suap kepada pejabat di negara lain. Jika memang Freeport melakukan ini, maka pejabat dari negara tempat berinvestasi yang kemungkinan menawarkan diri untuk disuap oleh perusahaan asal Paman Sam tersebut.

PTFI juga enggan mengatakan nama anggota DPR yang disinyalir menggunakan nama Presiden dan Wapres dalam lobi saham Freeport. Menteri Sudirman Said pun berjanji akan mememberikan hasil rekaman ke MKD dan membuka identitas anggota DPR yang membawa nama Presiden dan Wapres.

Dalam laporannya Sudirman melaporkan bahwa seorang anggota DPR bersama seorang pengusaha beberapa kali memanggil dan bertemu pimpinan Freeport.

Pada pertemuan ketiga Senin 8 Juni antara pukul 14.00 hingga 16.00 WIB di salah satu hotel kawasan Pacific Place, SCBD, Jakarta, anggota DPR tersebut menjanjikan suatu cara penyelesaian kelanjutan kontrak Freeport dan meminta agar Freeport memberikan saham kepada Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

"Anggota DPR tersebut juga meminta agar diberi saham suatu proyek listrik yang akan dibangun di Timika, dan meminta PT Freeport menjadi investor sekaligus pembeli tenaga listrik yang dihasilkan dari proyek tersebut," kata Sudirman.


(SAW)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /