Penumpang Mendukung Penutupan Pintu Angkutan Umum

Achmad Zulfikar Fazli    •    17 November 2015 13:15 WIB
angkutan umum
Penumpang Mendukung Penutupan Pintu Angkutan Umum
Angkutan umum tteap beroperasi dengan pintu terbuka. (Foto:MI/Immanuel)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penumpang angkutan umum di Ibu Kota mendukung kebijakan wajib menutup pintu saat beroperasi. Masyarakat meminta aturan itu ditegakkan dengan serius.
 
Warga Parung, Uu, 47, mengatakan, kebijakan itu akan menjamin keselamatan penumpang. "Saya rasa tidak masalah. Ini demi keselamatan warga. Tapi penerapannya harus konsisten,” kata Uu kepada Metrotvnews.com di Terminal Lebak Bulus, Jalan Lebak Bulus Raya, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2015).
 
Uu menyarankan, selain penutupan pintu, jumlah penumpang harus disesuaikan dengan kapasitas daya angkut. Agar penumpang tidak berdesakan di dalam angkutan umum. "Kalau angkot muatannya lebih kecil dan wilayah operasionalnya tidak jauh," ujar pria asal Sumedang tersebut.
 
Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, pihaknya masih melakukan sosialisasi kebijakan penutupan pintu saat beroperasi.
 
"Kami memang masih sosialisasi. Belum semua tempat kita sosialisasikan," kata Budiyanto.
 
Mulai Senin, 16 November 2015, seluruh angkutan umum di Jakarta wajib menutup pintu. Pengemudi yang melanggar akan ditilang dan denda Rp250 ribu.
 
Aturan menutup pintu angkutan umum saat beroperasi diatur dalam Pasal 124 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pengemudi angkutan umum yang melanggar akan dikenai sanksi hukuman penjara 1 bulan atau denda Rp250 ribu.


(FZN)


Video /