Akhir Perjalanan Panjang Pangeran Bernabeu

Alfa Mandalika    •    17 November 2015 16:28 WIB
liga dunia
Akhir Perjalanan Panjang Pangeran Bernabeu
Raul Gonzalez Blanco. (Foto: AFP/Timothy A. Clary)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada era 90an, siapa yang tidak kenal Raul Gonzalez Blanco. Sosok striker mematikan di kotak penalti lawan sekaligus ikon Real Madrid. Kini, sang pemain sudah memutuskan mundur dari dunia yang membesarkan namanya.

Raul menutup kariernya dengan gemilang. Ia mempersembahkan titel juara NSAL (Liga Amerika Utara) untuk New York Cosmos. Meski sudah menginjak usia 38 tahun, di laga terakhir ia bermain penuh selama 90 menit. Ia juga menjadi kreator terciptanya gol ketiga New York Cosmos atas Ottawa Fury.

Pria kelahiran Madrid itu memulai karier junior bersama San Cristobal selama tiga musim (1987 -- 1990). Lalu, demi mengembangkan bakat bermain bolanya, Raul hijrah ke Atletico Madrid junior. Bersama Atletico, Raul bertahan selama dua musim (1990 -- 1992). Dan pada musim selanjutnya, Raul memutuskan untuk bergabung dengan tim junior Madrid selama dua musim 1992 -- 1994.

Memulai dari tim Madrid C, Raul perlahan tapi pasti menunjukkan kualitasnya. Hal itu bisa terlihat dari grafik oke yang ditorehkan Raul. Selama membela tim Madrid C dan B, Raul mendapatkan penilaian yang baik. Hasilnya, Raul direkomendasikan untuk membela tim Madrid senior pada 1994.

Dan pada 1994, perjalanan panjang Raul menjadi pesepak bola tenar dunia dimulai. Jalan Raul memang tidak langsung mulus sebagai starter. Pasalnya, ketika itu ada nama besar macam Ivan Zamorano. Tetapi, Raul muda tetap tekun menjalani instruksi pelatih sampai menjadi andalan El Real.

Gelar perdana yang dipersembahkan Raul untuk Madrid ialah titel La Liga pada 1994 -- 1995. Dua musim selanjutnya, Raul berhasil membantu Madrid meraih gelar Liga Champions pada 1997 -- 1998. Ketika itu, di laga puncak Madrid mengalahkan Juventus dengan skor tipis 0-1 via gol Predrag Mijatovic.

Karier Raul kian mengkilap lantaran gelar demi gelar dipersembahkan untuk Madrid. Piala Intercontinental, Piala Super Eropa, dan Piala Super Spanyol juga termasuk deretan gelar yang diberikan oleh Raul.

Raul juga mampu bertahan meski kumpulan pemain terbaik dunia berkumpul pada era 2000 awal. Nama-nama macam Luis Figo, Ronaldo Da Lima, Zinedine Zidane, David Beckham, dan Michael Owen 'menggeruduk' skuat Madrid. Ketika itu terkenal dengan sebutan Los Galacticos.

Madrid juga menunjuk Raul sebagai kapten lantaran dedikasi tinggi yang diperlihatkannya. Bahkan, sampai bintang-bintang di atas hijrah, Raul tetap setia berkostum Madrid.

Akan tetapi, kebersamaan Raul mulai goyah pada 2009. Ditengarai, Raul nampaknya mulai gusar dengan label pemain termahal dunia yang disematkan kepada Cristiano Ronaldo. Saat itu, manajemen Madrid memboyong pemain berjuluk CR7 dari Manchester United dengan mahar sebesar 80 juta pounds!

Dan benar saja, kebintangan Ronaldo seakan menutup sinar Raul. Apalagi, Ronaldo langsung tampil moncer di awal musim. Alhasil, Raul memutuskan meninggalkan Santiago Bernabeu yang sejak 16 tahun terakhir membuat namanya selalu dielu-elukan seisi stadion. Tercatat, Raul mampu mempersembahkan 323 gol selama membela El Real.

Raul menjelaskan alasan meninggalkan Madrid. Ia mengatakan, ingin merasakan pengalaman baru di liga lain dan ia juga menegaskan tidak memiliki masalah dengan siapa pun.


Raul Gonzalez ketika masih membela Madrid. (Foto: Reuters/ Juan Medna)

"Meninggalkan Madrid adalah pilihan saya sendiri. Saat itu, saya memiliki sisa kontrak satu tahun lagi, tetapi saya memutuskan untuk pergi karena ingin merasakan pengalaman baru bersama Schalke," tutur Raul.

"Saya tidak punya masalah dengan siapapun di Madrid. Saya melewati tahun-tahun terbaik dalam hidup saya di sana. Saya beruntung telah menjadi bagian dari generasi pemain besar yang memenangkan beberapa gelar terhormat," urainya.

Lepas dari Madrid, Raul melanjutkan petualangan di Bundesliga I bersama Schalke 04. Raul sukses menorehkan tinta emas dengan mempersembahkan DFB Pokal dan DFL Super-Cup.


Raul Gonzalez ketika membela Schalke 04. (Foto: Eurosports)

Dua musim bersama Schalke, Raul memilih hengkang ke Liga Qatar bersama Al Sadd. Gelar Emir Qatar Cup mampu diberikan Raul.

Dan sampai akhirnya, pada 2014, Raul kembali pindah ke Liga Amerika Utara. Raul menutup karier profesionalnya dengan memberikan gelar juara kepada New York Cosmos.

Profil dan Prestasi Raul:
Nama: Raul Gonzalez Blanco
Tempat dan Tanggal Lahir: Madrid, 27 Juni 1977
Posisi: Striker

Klub Junior:
San Cristobal (1987 -- 1990)
Atletico Madrid (1990 -- 1992)
Real Madrid (1992 -- 1994)

Klub Senior:
Real Madrid C dan B (1994)
Real Madrid (1994 -- 2010)
Schalke 04 (2010 -- 2012)
Al Sadd (2012 -- 2014)
New York Cosmos (2014 -- 2015)

Prestasi:
Real Madrid:
Intercontinental Cup: 1998, 2002
Liga Champions: 1997–98, 1999–2000, 2001–02
Super Eropa: 2002
La Liga: 1994–95, 1996–97, 2000–01, 2002–03, 2006–07, 2007–08
Super Spanyol: 1997, 2001, 2003, 2008

Schalke 04
DFB-Pokal: 2010–11
DFL-Supercup: 2011

Al Sadd
Qatar Stars League: 2012–13
Emir of Qatar Cup: 2014

New York Cosmos
North American Soccer League: Spring Season 2015
Woosnam Cup: 2015
Soccer Bowl: 2015

Prestasi Individu:
Pemain Terbaik La Liga: 1996–97, 1998–99, 1999–2000, 2000–01, 2001–02 (record)
Runner Up Pemain Terbaik Dunia: 2001
Trofeo Alfredo Di Stefano: 2007–08[73][74][75]
Golden Foot Award Runner-up: 2009, 2010, 2011
Pemain Paling Fair Play (Qatar Stars League): 2013
Pemain Terbaik NASL: Mei 2015


(ACF)


Video /