Darurat Terorisme, Prancis Minta Bantuan Uni Eropa

Willy Haryono    •    18 November 2015 11:07 WIB
prancis diserang
Darurat Terorisme, Prancis Minta Bantuan Uni Eropa
Menhan Prancis Jean-Yves Le Drian tiba di istana kepresidenan Paris, 15 November 2015. ((Foto: AFP/STEPHANE DE SAKUTIN)

Metrotvnews.com, Paris: Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian menyampaikan permohonan resmi kepada negara anggota Uni Eropa untuk membantu mengatasi ancaman serangan terorisme. 

Serangkaian serangan teror melanda Paris pada Jumat, menewaskan 129 orang dan melukai 352 lainnya. Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab.

"Di Brussels, Saya telah menggunakan Article 42.7," tulis Le Drian di akun Twitter, seperti dikutip The Guardian, Selasa (17/11/2015). 

Salah satu artikel dalam Perjanjian Lisbon Uni Eropa menyebutkan apabila ada "agresi bersenjata" maka negara anggota Uni Eropa "wajib membantu dengan segala kekuatan yang mereka punya."

"Prancis ingin meminta dukungan bilateral rekan-rekan Eropa dalam perang melawan Daesh di Irak dan Suriah, dan juga meningkatkan partisipasi militer dalam operasi Prancis," kata seorang ajudan Uni Eropa kepada AFP.

Daesh adalah akronim lain dari ISIS dalam Bahasa Arab. 

Meski ada berbagai spekulasi, Prancis belum menggunakan artikel 5 NATO, yang menjamin dukungan militer terhadap negara sekutu yang diserang. 

Artikel 5 Nato memberikan hak kepada semua anggota untuk melancarkan aksi perang atas dasar melindungi diri, di bawah kesepakatan PBB. Artikel ini baru satu kali digunakan, yakni setelah serangan teroris ke gedung WTC di Amerika Serikat pada 9 September 2001.


(WIL)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /