Golkar Pasti Menghukum Setnov

Anggitondi Martaon    •    18 November 2015 16:57 WIB
pencatut nama presiden
Golkar Pasti Menghukum Setnov
Ketua DPR Setya Novanto diduga si pencatut nama Presiden dan Wakil Presiden terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia,--Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR Setya Novanto diduga kuat sebagai pencatut nama presiden dan wakil presiden terkait perpanjangan kontrak PT Freeport. Bila itu benar, berbagai sanksi bakal menghujam Setya, termasuk dari Partai Golkar.

Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai menegaskan, partainya tak segan-segan menjatuhkan sanksi kepada kader yang terlibat kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Seperti hal yang diduga dilakukan Setya.

"Sanksi pasti dong, itu sanksi-sanksi organisasi itu sudah ada dan baku," kata Yorrys saat dihubungi Metrotvnews.com, Jakarta, Rabu (18/11/2015).‎

Namun, apa sanksinya, ‎Yorrys belum bisa memastikan. Golkar masih menunggu proses pemeriksaan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Secara formal kita belum melakukan apa-apa," ungkap dia.

Bagi dia, pencatutan nama presiden dan wapres mencoreng kredibelitas DPR sebagai lembaga negara. "Sanksi wajib. Ini menyangkut kredibiltas bangsa dan negara dan kredebelitas Golkar ke depan," tegas dia.


(MBM)