Mentan Tata Harga dan Pengiriman Sapi ke Jakarta

Husen Miftahudin    •    18 November 2015 16:57 WIB
kementan ads
Mentan Tata Harga dan Pengiriman Sapi ke Jakarta
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri) (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Metrotvnews.com, Kupang: Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah yang ada di seluruh Kabupaten/Kota Nusa Tenggara Timur (NTT) dan para pengusaha sapi sepakat untuk menekan harga jual sapi ke Jakarta. Ini merupakan upaya bersama agar harga jual daging sapi hingga konsumen di Jakarta tetap stabil dan tak mencekik masyarakat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andy Amran Sulaiman mengaku kesepakatan pertama dibuat bersama dengan Kepala Desa, Camat, Wali Kota, hingga Gubernur NTT agar tidak mempersulit perizinan pengiriman sapi ke Jakarta. Biaya tak lazim yang membuat harga sapi melonjak hingga pembeli dipangkas agar tak membuat harga daging sapi melonjak hingga kepada konsumen akhir.

"Ini semua kita sepakat agar semuanya tidak dipersulit. Biaya di luar dari yang biasa ditentukan sesuai regulasi itu tidak ada. Kita sepakati itu," tegas Amran, usai temui puluhan pengusaha sapi di Hotel Aston, Jalan Timor Raya No 142, Kota Kupang, NTT, Rabu (18/11/2015).

Amran menyatakan biaya pengiriman sapi dari NTT ke Jakarta hanya sebesar Rp320 ribu per ekor termasuk asuransi. Menggunakan kapal khusus angkut ternak berkapasitas 500 ekor, biaya tersebut terpangkas sekitar 80 persen. Dari yang biasanya butuh biaya pengiriman sebesar Rp1,8 juta per ekor jadi Rp320 ribu per ekor.

Ia menjelaskan, pemotongan perizinan dilakukan di empat tempat terpisah yang membuat molornya waktu pengiriman sapi. Pertama di Balai Karantina, proses perizinan yang biasa ditempuh selama 1-2 minggu akan dipangkas menjadi 1-2 hari. Selanjutnya di pelabuhan juga akan dipotong lama perizinannya menjadi 1-2 hari.

"Kemudian administrasi yang biasanya 1-2 minggu di kabupaten dan 1-2 minggu di provinsi itu semua dipotong. Biasanya itu butuh waktu 1-1,5 bulan, ini kita pangkas mudah-mudahan bisa dua minggu rampung, itu kesepakatan kita," papar Amran.

Ia mengakui, terdapat 13 pos perizinan pengiriman sapi yang ada di NTT. Ini semua akan dipangkas dengan menggunakan jalur merah sehingga tak mempersulit perizinan. "Ini semua dijadikan nol. Rencana kita tanggal 3 mudah-mudahan tidak ada aral melintang. Kita sudah angkut pengapalan perdana 3 Desember. Tingga hingga lima hari sampai Jakarta," pungkas Amran.


(ABD)