KKP Khawatir Tarif PHP Bersifat Flat

Gervin Nathaniel Purba    •    18 November 2015 18:46 WIB
kelautan dan perikanan
KKP Khawatir Tarif PHP Bersifat <i>Flat</i>
Gedung KKP (Dok: Setkab)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama kementerian/lembaga terkait masih mencari kata sepakat terkait harga Pungutan Hasil Perikanan (PHP) yang diatur dalam PP Nomor 75 Tahun 2015.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) KKP Narmoko Prasmadji mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan rakyat secara langsung terkait tarif tersebut. Ia khawatir jika tarif PHP tersebut justru akan merugikan rakyat jelata.

"Jika tarif (PHP) dalam PP 75 itu bersifat flat, kalau iya ini berbahaya. Nanti orang yang kurang mampu akan sama bayarnya dengan orang yang mampu," ujar Narmoko, saat ditemui di Gedung Mina Bahari II KKP, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2015).

Menurut Narmoko, hal ini masih harus dikalkulasi lebih lanjut. Sebab, pungutan nelayan yang mempunyai ukuran kapal yang dibawah lima GT akan sama dengan nelayan yang memiliki kapal di atas lima GT.

"Pungutannya akan sama dengan hanya untuk kepentingan makan saja. Tidak adil kan. Oleh sebab itu harus dipikirkan. SK dari Menteri harus digodok lagi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Narmoko menambahkan, Menteri KKP Susi Pudjiastuti pernah mengatakan bahwa ikan di perairan Indonesia sangat melimpah. Namun yang menjadi tugas pemerintah adalah bagaimana menjaga harga ikan yang stabil di pasar.

"Kalau tidak stabil harganya, tidak ada yang mau jadi nelayan karena harga ikan dinilai terlalu murah. Kita maunya pemda buat harga dasar agar bisa jadi harga patokan bagi penjualan ikan di wilayah masing-masing," pungkasnya.


(ABD)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

2 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /