Maroef Diduga Punya Bukti Lain Soal Pencatutan Nama Presiden

Misbahol Munir    •    19 November 2015 10:10 WIB
pencatut nama presiden
Maroef Diduga Punya Bukti Lain Soal Pencatutan Nama Presiden
Ketua DPR Setya Novanto diduga si pencatut nama Presiden dan Wakil Presiden terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia,--Foto: Antara/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Rekaman mengenai bukti pencatutan nama presiden dan wakil presiden terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia telah diserahkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Kasus tersebut semakin terang benderang mengenai dugaan permintaan saham Freeport.

Politikus PDI Perjuangan Tubagus Hasanuddin mengatakan, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoedin yang diduga merekam diyakini memiliki bukti lain terkait pertemuan itu. Sebagai purnawiran jenderal bintang dua yang malang melintang di dunia intelijen tentu tak akan sembarangan melakukan tindakan tersebut. Mantan Wakil Kepala BIN itu pasti memiliki pertimbangan yang matang.

"Sebagai mantan Wakil BIN pasti ada alasan mengapa pertemuan itu harus direkam. Karena dianggap ada permintaan yang tidak wajar," kata TB Hasanuddin di Jakarta, Kamis (20/11/2015).  

Ia menambahkan, "Maroef sebagai mantan perwira intelijen bisa jadi masih punya bukti-bukti lain yang mungkin akan dibuka pada saatnya nanti."

Sebab itu, prilaku tak patut yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto dalam pertemuan itu sulit disangkal.

"Jadi sulit untuk berkelit. Dalam kasus ini siapapun bisa saja berkelit. Pertemuan itu dilakukan demi bangsa dan negara, demi rakyat Papua atau demi yang lainnya," tegas Wakil Ketua Komisi I DPR itu.  

Dia khawatir proses penyelidikan pelanggaran etika MKD terhadap Setya akan masuk angin karena adanya tukar menukar kepentingan.

"Atau bisa saja MKD 'tidak menemukan' jenis pelanggaran etika yang yang dilanggar. Karena semua anggota MKD kan juga para politikus yang tak akan jernih dalam membuat kesimpulannya," kata dia.

"Artinya bisa jadi pemahaman etika akan dikalahkan oleh kepentingan politik sesaat," tambah mantan Sekretaris Militer Kepresidenan 2001-2005 ini.  

Bukti rekaman pembicaraan yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto dengan petinggi PT Freeport Indonesia (PT FI) yang juga diikuti pengusaha Reza Chalid telah diserahkan ke MKD, Rabu 18 November.

Rekaman itu berisi percapakan diduga antara Setya Novanto bersama pengusaha minyak Reza Chalid dengan pimpinan PT Freeport yang dilakukan di sebuah hotel di kawasan Pacific Place, SCBD, Jakarta.

Bahkan dugaan rekaman percakapan itu ditanyangkan secara eksklusif di acara Mata Najwa di Metro TV, Rabu 18 November malam.


(MBM)

Ini Klub yang Ingin Dihindari Juventus di 16-Besar Liga Champions
Jelang Undian Babak 16-Besar Liga Champions

Ini Klub yang Ingin Dihindari Juventus di 16-Besar Liga Champions

1 day Ago

Juventus berpeluang bertemu dengan salah satu dari lima klub Inggris.…

BERITA LAINNYA
Video /