Ada yang Coba Melobi Luhut Pandjaitan soal Freeport

Desi Angriani    •    19 November 2015 11:46 WIB
pencatut nama presiden
Ada yang Coba Melobi Luhut Pandjaitan soal Freeport
Luhut Panjaitan. Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tak punya kepentingan dengan PT Freeport Indonesia (PT FI). Ia membantah pernah melobi apalagi meminta saham dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Saya tidak pernah terlibat urusan semacam itu," kata Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan itu di Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015).

Namun, ia mengakui saat menjabat Kepala Staf Kepresidenan ada yang coba bernegosiasi dengan dirinya terkait perpanjangan kontrak karya PT FI di Papua. Luhut tidak menyebutkan nama yang orang dimaksud.

"Itu tidak mungkin saya lakukan (minta saham ke Freeport dengan mencatut nama presiden dan wapres)," ujarnya. Soal dugaan Ketua DPR Setya Novanto punya kepentingan dengan Freeport, Luhut tidak tahu.

Dia mengatakan, pemerintah akan memutuskan kelanjutan kontrak karya PT FI sesuai undang-undang yang berlaku. Keputusan perpanjangan kontrak baru bisa dilakukan pada 2019, dua tahun sebelum masa kontrak habis.

Menurut Luhut yang Presiden tekankan, Freeport harus ikut membangun Papua, membangun smelter, divestasi, dan menaikkan royalti.

Tahun ini, PT FI harus mendivestasi 10,64 persen saham. Hal itu berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2013 tentang Tata Cara dan Penetapan Harga Divestasi Saham dan Penanaman Modal di Bidang Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Sesuai UU No. 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara, PT FI harus membangun smelter di Indonesia. Pemerintah sempat memberi dispensasi kepada PT FI terkait ini. Pemerintah ingin PT FI membangun smelter di Papua. Lewat negosiasi alot, PT FI akhirnya mau dan akan membangun smelter di Gresik, Jawa Timur.

Terkait royalti, pemerintah meminta kenaikan. Akhirnya disepakati, royalti tembaga naik dari 3,5 persen menjadi empat persen, emas naik dari satu persen menjadi 3,75 persen, dan royalti perak naik dari satu persen menjadi 3,25 persen.

Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan pembicaraan diduga melibatkan Setya Novanto, pengusaha M. Reza Chalid, dan Direktur PT FI Maroef Sjamsuddin. Dalam pembicaraan itu terungkap orang yang diduga Novanto meminta saham ke Maroef untuk Presiden dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Orang yang diduga Novanto juga menyebut nama Luhut dalam pembicaraan tersebut. "Saya yakin karena presiden kasih kode begitu. berkali-kali segala urusan di dpr selalu segi tiga. Pak Luhut (Luhut Binsar Panjaitan), saya, presiden (Joko Widodo). Setuju. Gitu saja…."

Novanto mengakui pernah bertemu bos PT FI di kantornya di DPR dan di sebuah hotel di kawasan Pacific Place, SCBD, Jakarta. Namun, ia membantah meminta saham dan mencatut nama Presiden dan Wapres.

(Klik: Cerita Novanto soal Awal Pertemuan dengan Freeport)

Kemarin, Staf Khusus Menteri ESDM Muhammad Said Didu menyerahkan flashdisk berisi rekaman percapakan diduga Novanto, Reza, dan Maroef, untuk melengkapi laporan Sudirman. Program Mata Najwa memutar rekaman tersebut, Rabu malam 18 November.

"Kalau itu saya melihat ada beberapa yang tidak utuh dari awal sampai akhir. Nanti pada saatnya akan saya sampaikan keutuhannya," kata Novanto mengomentari isi rekaman yang beredar.

(Klik: Isi Rekaman Percakapan #PapaMintaSahamFreeport)

(Klik: Rekaman Kedua Isi Percakapan #PapaMintaSaham Freeport)


(TRK)

Pique Berharap Jumpa City di Liga Champions
Liga Champions 2017--2018

Pique Berharap Jumpa City di Liga Champions

20 hours Ago

Bek Barcelona Gerard Pique berharap timnya bisa bertemu Manchester City di Liga Champions musim…

BERITA LAINNYA
Video /