Pledoi Panitera Penerima Suap dari Kaligis Hanya Meminta Hukuman Adil

Renatha Swasty    •    19 November 2015 14:37 WIB
kpk tangkap hakim ptun
Pledoi Panitera Penerima Suap dari Kaligis Hanya Meminta Hukuman Adil
Syamsir Yusfan memasuki ruang sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/10). Foto: Antara/M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Syamsir Yusfan tertunduk, tampak lesu. Sedianya, hari ini, terdakwa kasus dugaan suap di Pengadian Tata Usaha Negara (PTUN) Medan ini membacakan naskah pembelaannya di depan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Panitera PTUN Medan itu enggan berbelit-belit membela diri. Dia hanya meminta hakim menghukum seadil-adilnya. "Saya mohon dihukum seadil-adilnya," kata Syamsir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015). 

Suara Syamsir terdengar serak dan pelan. Pledoinya hanya meminta hukuman adil. Ditemui pewarta usai sidang, Syamsir enggan bicara banyak. Dia mengaku sedang sesak. Sambil memegang dada, Syamsir meminta pewarta bertanya pada pengacara.

Tapi dia sempat memohon, "Doakan ya."

Sebelumnya, Syamsir Yusfan dituntut empat tahun enam bulan penjara dan denda Rp200 juta oleh Jaksa Penuntut Umum pada KPK. Syamsir dinilai terbukti menerima duit sejumlah USD2000.

"Menuntut agar Majelis Hakim Pengadilan Tipikor memutus: menyatakan terdakwa Syamsir Yusfan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana penjara empat tahun enam bulan kurungan, denda Rp200juta subsider 6 bulan," ujar Jaksa KPK Agus Prasetya Raharja saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 9 November.

Agus mengatakan, dalam fakta persidangan terungkap, pengacara Otto Cornelis Kaligis meminta Syamsir untuk mempertemukan dengan Tripeni Irianto Putro, Ketua PTUN Medan. Pertemuan untuk membahas pengajuan perkara yang akan diajukan Kaligis.

Tak sampai di situ, Agus mengatakan Syamsir juga meminta pada Tripeni supaya sidang pengajuan yang diajukan Kaligis disidangkan oleh Tripeni sebagai Ketua dan Dermawan Ginting dan Amir Fauzi sebagai anggota. Syamsir juga menunjuk dirinya sendiri sebagai panitera.

"Bahwa benar terdakwa memfasilitasi pertemuan baik antara O.C. Kaligis, M. Yagari Bhastara (alias Geri) dengan Tripeni Irianto Putro maupun pertemuan antara M. Yagari Bhastara dan Dermawan Ginting dan Amir Fauzi bahkan pertemuan antara Geri dan Dermawan terjadi di ruangan terdakwa," beber Jaksa Agus.

Usai pertemuan itu, Geri lantas bertemu dengan Dermawan Ginting dan Amir Fauzi. Dalam pertemuan itu, Geri masing-masing memberikan duit buat Dermawan dan Amir USD5.000.

Setelah pemberian duit itu, hakim membacakan putusan yang antara lain amar putusan mengabulkan sebagian petitum gugatan yang diajukan Kaligis.

"Sebelum perkara didaftarkan terdakwa menerima pemberian uang USD1.000 dari O.C. Kaligis, 7 Juli setelah putusan terdakwa menerima uang USD1.000 dari M. Yagari Bhastara. Uang USD2.000 yang diterima terdakwa telah dipergunakan oleh terdakw USD1.300 dan USD700 belum sempat digunakan dan telah disita," beber Jaksa Agus.

Terkait pemberian uang oleh Kaligis dan Geri yang mana sumber uangnya berasal dari Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti dinilai Jaksa, Syamsir telah menerima hadiah atau janji.

"Terdakwa mengatakan duit dari Kaligis dam Geri tidak terkait perkara harus dikesampingkan. Karena terdakwa mengetahui Kaligis dan Geri adalah pihak pemohon tekait pengajuan gugatan pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Medan mewakili Ahmad Fuad Lubis, bahkan sebelum gugatan didaftarkan terdakwa telah menerima uang dari Kaligis," pungkas Jaksa Agus.

Syamsir dinilai bersalah melanggar Pasal 12 huruf c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.


(KRI)

Mourinho Isyaratkan Berhenti Belanja Pemain
Bursa Transfer Pemain

Mourinho Isyaratkan Berhenti Belanja Pemain

9 hours Ago

Pelatih United Jose Mourinho tidak ingin terlalu ngotot untuk memenuhi target yakni membawa emp…

BERITA LAINNYA
Video /