Bahaya Mencari Fakta di Media Sosial

Damar Iradat    •    19 November 2015 18:12 WIB
media sosial
Bahaya Mencari Fakta di Media Sosial
Media sosial,--Foto: Dok/Forbes

Metrotvnews.com, Jakarta: Pesatnya perkembangan informasi dan teknologi membuat gaya hidup mendapatkan informasi berubah. Saat ini beragam informasi bisa didapat dengan mudah lewat media sosial. Ada plus minus kehadiran media sosial.

Tidak semua informasi di media sosial merupakan fakta. Karena itu masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang utuh soal informasi.

Pemimpin Redaksi CNN Indonesia TV, Desi Anwar, menilai kepercayaan mutlak terhadap informasi yang bermunculan di media sosial adalah kesalahan. Menurut Desi, media sosial ibarat pisau bermata dua.

"Ada hal-hal yang memang media sosial itu bagus. Sekarang dengan media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, dan lainnya banyak (informasi) yang diambil oleh media konvensional," jelas Desi dalam Konvensi Nasional Humas di Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015).

Media konvensional, kata Desi, bisa mengambil bahan berita dari media sosial lantaran kecepatan. Media sosial juga bisa menjadi bahan yang bagus untuk mengkolaborasikan informasi dan berita.

Kolaborasi yang dimaksud adalah dengan cara membuat sebuah berita atau informasi jadi sebuah trending topic di media sosial. "Membuat tagar dan membuat dunia semakin dekat dalam percakapannya," kata dia.

Mempercayai informasi dari media sosial, menurut Desi, sangat membahayakan. Pasalnya, banyak informasi yang bertebaran di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Pertama, di media sosial itu banyak akun yang tidak diketahui. Di situ juga adalah lahan rumor. Banyak di media sosial hal-hal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata dia.

Permasalahan ini tidak melulu menyerang masyarakat awam. Jurnalis di Indonesia juga menghadapi masalah yang sama. Terlebih untuk kantor-kantor berita yang saat ini mulai banyak.

Arif Zulkifli, Pemimpin Redaksi Majalah Berita Mingguan Tempo, mengatakan, banyak media yang terjebak informasi dari media sosial. Bahkan, godaan membuat berita seperti di media sosial dianggap cukup berat.

"Dalam perjalanannya, media yang menyajikan berita berkualitas menghadapi tantangan yang tidak kecil karena media sosial," tegas Arif.

Ia menambahkan, "Tantangan itu ada godaan untuk membuat berita seperti itu. Tapi, kami kembali lagi ke prinsip dasarnya, orang akan kembali ke hakikat ke informasi yang benar," ujarnya.


(MBM)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

3 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /