Seks, Barang Mahal, dan Godaan Gaya Hidup di Kalangan Pelajar

Muhammad Khoirur Rosyid    •    19 November 2015 18:12 WIB
prostitusi
Seks, Barang Mahal, dan Godaan Gaya Hidup di Kalangan Pelajar
Ilustrasi prostitusi online, Ant

Metrotvnews.com, Surabaya: Bagi kalangan pekerja, gaya hidup modern lengkap dengan memiliki barang-barang mahal bukanlah masalah.Tapi bagi pelajar, apalagi kalangan menengah ke bawah, tak mudah untuk menjangkaunya. Cara singkat untuk meraihnya adalah dengan melacurkan diri.

Kepala Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Surabaya, Isa Ansori, mengatakan seks bebas dan pelacuran di kalangan pelajar cenderung untuk memenuhi gaya hidup. Dari hasil pelacuran, pelajar dapat memenuhi kebutuhan gaya hidupnya.

"Misalnya dengan menggunakan handphone bermerek, parfum bermerek dan berbagai aksesoris lainnya. Tujuannya hanya ingin dinaggap yang lain modern," kata Isa kepada Metrotvnews.com di Surabaya, Kamis (19/11/2015).

Berdasarkan pantauan LPA, kata Isa, fenomena itu terjadi di kalangan pelajar yang berasal dari keluarga kelas bawah. Pelajar menjual diri untuk memenuhi kebutuhan yang tak dapat dijangkau orangtua.

Fenomena pelacuran di kalangan remaja lebih tertutup misal melalui teman sekolah atau kerabat. Eksekusi dan transaksinya berlangsung di hotel atau kos-kosan.

"Kebanyakan dilakukan orang tedekat. Karena orang terdekat itulah yang mengetahui kebiasaan sehari-hari remaja atau pelajar yang akan dijual," imbuhnya.

Buktinya, pada 17 November 2015, Polrestabes Surabaya membekuk seorang perempuan berusia 18 tahun yang menawarkan jasa prostitusi. Perempuan bernama Icha itu menawarkan temannya, Bu, 17, untuk melayani nafsu pria hidung belang.

(Baca: Perempuan Muda Jual Teman ABG-nya Seharga Rp400 Ribu)






(RRN)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

18 hours Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /