Performa Dua Ganda Indonesia Menurun, Ini Kata Rexy dan Ricky

   •    19 November 2015 19:44 WIB
bulu tangkis
Performa Dua Ganda Indonesia Menurun, Ini Kata Rexy dan Ricky
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir penampilannya terus menurun (Foto: ANTARA/WAHYU PUTRO A)

Metrotvnews.com, Kowloon: Tak dapat dipungkiri grafik penampilan dua ganda andalan Indonesia kini tengah menurun. Ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang sempat menduduki takhta peringkat satu dunia pada akhir 2013 serta meraih dua gelar juara dunia tahun 2013 dan 2015, belakangan tak dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya, dan mesti tersandung lawan di babak awal.
 
Para penggemar bulu tangkis Tanah Air awalnya dikejutkan dengan kekalahan Hendra/Ahsan di babak kedua Denmark Open Super Series Premier 2015. Padahal lawannya ganda Tiongkok, Liu Cheng/Lu Kai, peringkatnya jauh di bawah Hendra/Ahsan. 

Di ajang China Open Super Series Premier 2015, Hendra/Ahsan lagi-lagi tak dapat melewati babak kedua setelah dihentikan pasangan non unggulan asal Tiongkok, Zhang Wen/Wang Yilv.
 
Terkait hal ini, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rexy Mainaky mengambil langkah awal dengan berdiskusi bersama Kepala pelatih ganda putra PBSI Herry Iman Pierngadi.
 
“Berdasarkan hasil pembicaraan saya dan Herry, sebetulnya tidak ada masalah dengan permainan Hendra/Ahsan, hanya Ahsan memang cenderung jenuh, inilah yang mau saya cari jalan keluarnya,” ujar Rexy.
 
“Kami akan membantu Hendra/Ahsan untuk memperkuat kepercayaan diri mereka, termasuk dengan mengadakan program tambahan yang membantu mereka mengatasi tekanan dan perubahan dari lawan,” tambah Rexy.
 
Hal sama juga terjadi pada pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Juara Dunia 2013 dan peraih hattrick All England 2012, 2013 dan 2014 ini belum berhasil menyamai prestasi tahun lalu di ajang French Open Super Series 2014, saat mereka juara. Tahun ini, di ajang yang sama Tontowi/Liliyana ditundukkan wakil Jepang Keigo Sonoda/Naoko Fukuman di babak pertama.
 
Tontowi/Liliyana juga harus menerima kenyataan pahit saat kembali terhenti di babak pertama China Open Super Series Premier 2015. Mereka kali ini kalah dari wakil Jerman, Michael Fuchs/Birgit Michels.
 
“Tontowi/Liliyana memang pasangan andalan, namun mereka bukan robot yang bisa menang terus. Mendekati Olimpiade, jadwal pertandingan memang padat karena semua mau mengumpulkan poin, rasa jenuh pada Tontowi/Liliyana tentu ada,” kata Ricky Soebagdja, Kasubid Pelatnas PBSI.
 
“Solusinya yang pertama adalah mengatur jadwal latihan dan pengiriman ke pertandingan. Kami harus mendapat komitmen dari atlet, kalau mereka siap akan berangkat, kalau tidak ya tidak berangkat, walaupun risikonya penalti untuk turnamen kelas premier,” ujar Ricky.
 
Akan tetapi ditambahkan Ricky, bukan berarti atlet dapat seenaknya menyatakan siap atau tidak siap untuk sebuah pertandingan. Segalanya harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Ricky berharap pelatih dan atlet lebih terbuka mengenai kondisi masing-masing.
 
Meskipun prestasi menurun, Ricky maupun Rexy percaya para pemain andalan tersebut mampu melewati masa-masa sulit dan kembali ke puncak penampilan. Soal Hendra dan Liliyana yang sudah tak muda lagi, Rexy mengatakan itu bukan suatu masalah.
 
“Saya rasa dengan sistem reli poin seperti ini, soal usia tidak banyak pengaruhnya. Lihat saja Lee Chong Wei dan Lin Dan yang sudah tidak muda, tapi mampu bersaing dengan yang muda. Bahkan mereka bermain di nomor tunggal pula,” tutur Rexy, yang bersama Ricky pernah menjadi ganda terkuat dunia di era 90-an.
 
“Saya masih optimistis dan saya lihat mereka masih punya peluang. Yang harus kita lakukan adalah membuat mereka tetap fresh. Akan kami usahakan dalam waktu dua bulan sudah bisa terlihat hasil pembenahannya,” pungkas Rexy.
 
Menurut Ricky, hal paling penting adalah mengamankan posisi kedua pasangan andalan ini di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, termasuk mendapat posisi terbaik saat penentuan daftar unggulan. (PBSI)
(RIZ)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

1 day Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /