Jero Minta Stafsus SBY Berbohong ke Penyidik

Renatha Swasty    •    19 November 2015 21:28 WIB
korupsi di esdm
Jero Minta Stafsus SBY Berbohong ke Penyidik
Staf khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparingga (tengah) mejawab pertanyaan wartawan seusai menjalani permeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/9). ANTARA FOTO/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Daniel Sparingga, Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta mantan Menteri ESDM Jero Wacik tak mengakui sejumlah penerimaan duit buat Kantor Kepresidenan. Jero meminta, Daniel berkata tidak benar pada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

Daniel membeberkan, sekira Mei 2014, saat KPK menggeledah Kantor ESDM, Jero Wacik memberitahunya bila anak buahnya di ESDM Sri Utami menyebut-nyebut nama Daniel. Untuk itu, Jero meminta bila ada panggilan dari KPK, Daniel tak usah mengaku.

"Beliau menyampaikan 'nama anda disebut-sebut bu Sri Utami.' (Saya katakan) 'loh kok jadi begini?' Lalu disampaikan (oleh Jero Wacik), 'enggak apa-apa itu kebetulan saja muncul, tidak usah khawatir, karena bu Sri ini sering mengarang-ngarang cerita jadi akui saja pernah terima 2-3 kali'," ujar Daniel saat bersaksi buat terdakwa Jero Wacik di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015).

Namun, Daniel tak mau menyanggupi permintaan itu. Dia mengatakan bakal mengatakan yang sejujurnya pada KPK bila akhirnya dipanggil. Diketahui, Kantor Staf Kepresidenan Bidang Komunikasi dan Politik menerima dana sejumlah Rp630 juta dari Jero sejak November 2011 hingga Juli 2013.

"Saya katakan, 'mohon maaf Pak, saya kalau dipanggil akan ceritakan semuanya," tambah Daniel.

Pernyataan Daniel berbeda dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) miliknya. Dalam BAP yang dibacakan Jaksa diketahui Jero meminta supaya Daniel mengatakan tidak pernah menerima duit dari ESDM tiap bulan. Daniel yang dikonfirmasi jaksa pun menjawab.

"Itu betul, tapi dalam perkembangnya 2-3 kali, tapi memang itu betul. Karena beliau menambahkan 'karena Bu Sri Utami itu suka memfitnah, saya (Jero) pun disebut-sebut, staf-staf saya menerima, tapi tidak pernah seperti itu'," jelas Daniel.

Daniel juga mengungkapkan, lantaran duit yang diterima Kantor Kepresidenan bermasalah, ia mengadu pada Menkopolhukam saat itu, Djoko Suyanto. Pasalnya, Djoko yang mengusahakan Jero Wacik memberikan bantuan dana operasional di Kantor Kepresidenan Bidang Komunikasi Politik.

Djoko, beber Daniel, sempat memarahi Jero lantaran duit yang diberikan bermasalah. "Sejauh yang saya bisa ingat beliau (Djoko) sampaikan, 'ini harusnya tidak ada masalah, kan semua menteri ada DOM, kalau diambil dari DOM, Pak Daniel Sparingga seharusnya tidak perlu terseret-seret seperti ini'," ujar Daniel.

Dalam dakwaan diketahui Jero memberikan duit buat Daniel sebesar Rp610 juta guna keperluan kantor Stafsus SBY. Sumber duit diketahui berasal dari pemerasan dan kickback rekanan jasa konsultansi di Kementerian ESDM.

Jero juga meminta uang kepada bawahanya di Kementerian ESDM yaitu Waryono Karno, Didi Dwi Sutrisnohadi, Arief Indarto, Rida Mulyana, Ego Syahrial, Susyanto, Agus Salim, Indriyati, Sri Utami, dan Dwi Hardono untuk keperluan pribadinya selama 2011 sampai dengan 2013. Jumlahnya Rp10.381.943.075,00.


(OGI)

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo
Jelang Napoli vs Shakhtar Donetsk

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo

12 hours Ago

Napoli dijadwalkan bentrok kontra Donetsk untuk memainkan matchday kelima Liga Champions 2017--…

BERITA LAINNYA
Video /