Politikus PPP: Dua Kali Interpelasi Gatot Gagal

Achmad Zulfikar Fazli    •    19 November 2015 22:02 WIB
gatot pujo nugroho
Politikus PPP: Dua Kali Interpelasi Gatot Gagal
Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho memasuki Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan oleh tim Kejaksaan Agung di Jakarta, Rabu (11/11). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota DPR RI Fraksi PPP, Fadly Nurzal, mengakui adanya hak interpelasi yang diajukan anggota DPRD Sumatera Utara pada periode 2009-2014 kepada Gatot Pujo Nugroho selaku Gubernur Sumut. Bahkan, kata dia, hak interpelasi tersebut telah diajukan sebanyak tiga kali.

Menurut Fadly, tiga interpelasi dilakukan dalam periode 2009-2014. Namun yang masuk dalam sidang paripurna, hanya satu. "Yang dua (batal) tidak cukup syarat," kata Fadly di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/11/2015).

Fadly mengungkapkan hak interpelasi pertama kali terjadi pada 2011. Ada dua alasan utama pengajuan hak interpelasi tersebut. Yakni masalah anggaran dan masalah dana bansos. Menurut dia, tak semua anggota mengajukan hak interpelasi. Ia pun mengaku tak tahu siapa saja yang mengajukan. Sebab, semuanya merupakan hak dari setiap anggota.

"Dari PPP sendiri juga ada yang tidak mengikuti interpelasi juga," terang dia.

Bekas ketua DPW PPP Sumut ini mengklaim tak mengetahui soal dugaan uang yang mengalir ke DPRD Sumut saat interpelasi mengencang. "Karena saya tidak mengikuti. Sejak 2012, saya kan sudah aktif terlibat pemilihan gubernur. Saya kan calon wakil gubernur pada waktu itu," tukas dia.

KPK telah menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan suap ini. Mereka adalah Gubernur nonaktif Sumut Gatot Pujo Nugroho, Ketua DPRD Sumut 2014-2019 Ajib Shah, Ketua DPRD Sumut 2009-2014 Saleh Bangun, dan Wakil Ketua DPRD Sumut 2009-2014: Chaidir Ritonga, Kamaludin Harahap dan Sigit Pramono Asri.

Gatot yang diduga sebagai pemberi disangka Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo. Pasal 64 ayat (1) Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, kelima legislator yang diduga penerima suap disangka Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo. Pasal 64 ayat (1) Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Empat legislator sudah ditahan KPK pada Selasa ini menyusul Gubernur Gatot yang sudah meringkuk di Rumah Tahanan lebih dahulu. Saleh Bangun ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan, Chaidir di Polda Metro Jaya, Ajib di Rutan Klas I Salemba Jakarta Pusat, dan Sigit di Rutan Polres Jakarta Pusat.


(OGI)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

3 days Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /