Gerai Zara di Paris Larang Wanita Berhijab Masuk Toko

   •    20 November 2015 15:18 WIB
gaya
Gerai Zara di Paris Larang Wanita Berhijab Masuk Toko
Gerai Zara. (Foto:ibtimes.co.uk)

Metrotvnews.com, Prancis: Sehari setelah insiden serangan teroris di Paris, beredar video yang menunjukkan pegawai gerai Zara di Plaisir, bagian Barat Prancis, menolak wanita berhijab masuk ke toko mereka. Dilansir dari MTV, dalam video berdurasi 26 detik itu, pihak keamanan mengatakan bahwa setiap orang yang memakai apapun di kepala termasuk jilbab dan peci dilarang masuk ke gerai fesyen asal Spanyol itu.

Sontak, video yang diunggah ke situs Youtube dengan durasi 26 detik itu menuai reaksi kecaman dari kalangan netizen. Mereka menganggap Zara telah melakukan tindakan diskriminasi. Reem Odeh, contohnya. Dia berkicau di Facebook bahwa dirinya tidak akan lagi berbelanja di Zara.

"Tidak akan pernah lagi berbelanja di sana (Zara). Tidak ada tempat untuk diskriminasi dan bias penuh kesalahan di dunia dan saya, salah satunya, tidak akan mendukungnya. Anda harus meminta maaf kepada para muslim," tulisnya.



Pihak perusahaan Zara langsung menganggapi komentar dengan cepat dan meminta maaf atas insiden yang terjadi di akun milik Reem Odeh tersebut. Pihak perusahaan juga menegaskan baik manager dan pihak keamanan gerai tersebut telah dipecat.

"Zara adalah perusahaan multikultural yang juga memiliki pegawai dan pelanggan dari berbagai kewarganegaraan, orientasi, budaya, bahasa dan kepercayaan. Kami tidak akan menoleransi segala bentuk diskriminasi," tulis perusahaan Zara di akun Facebook.

Jean-Jacques Salaun, Kepala Toko Zara Prancis mengatakan kepada AFP, bahwa mental serupa tidak pernah ada di Zara dan tidak pernah ada instruksi yang diberikan untuk bertindak seperti itu.

Ini bukan pertama kalinya Zara disebut melakukan sikap diskriminatif. Pada Juni lalu, mantan pengacara menggugat Zara sebesar USD40 juta setelah mengklaim dirinya menjadi korban homophobic, rasis, dan pelecehan anti-semit (rumpun Timur Tengah). Setelah kejadian itu, the Center for Popular Democracy merilis hasil survei yang menemukan gerai Zara di New York melakukan diskriminasi terhadap pegawai dan pelanggan berkulit hitam. (Sumarni)


 


(LOV)