Soal 36 WNI Ditangkap Malaysia, Kapolresta Solo: Data belum Valid

Pythag Kurniati    •    20 November 2015 15:25 WIB
wni
Soal 36 WNI Ditangkap Malaysia, Kapolresta Solo: Data belum Valid
Foto ilustrasi. (AFP)

Metrotvnews.com, Solo: Muncul kabar 36 Warga Negara Indonesia (WNI) ditahan kepolisian Malaysia lantaran dicurigai terkait gerakan radikal. Belasan di antara 36 WNI tersebut merupakan warga Kota Solo, Jawa Tengah. Sisanya, merupakan warga Kudus, Semarang, Pekalongan, dan Jepara.
 
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi mengatakan hingga saat ini data-data WNI beserta motivasi perjalanan mereka menuju Teheran, Iran belum valid. Mereka belum terbukti akan bergabung dengan gerakan radikal di Syria. 

Kendati demikian, pada Jumat 20 November, Luthfi mengatakan kepolisian terus melakukan pemantauan. Pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, imigrasi maupun Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. 

"Kita mengecek apakah benar nama-nama tersebut merupakan warga Solo, apakah nomor paspornya sesuai,” ungkap Luthfi.

Komentar Luthfi itu senada dengan pernyataan Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali. Ketika memberikan seminar di Gedung DPRD Kendal, Nur Ali membenarkan kalau 36 WNI telah ditangkap kepolisian diraja Malaysia.

"Kalau tujuannya apa, kami belum mengerti, yang jelas mereka sudah mengurus visa dari Malaysia mau ke Iran,” ungkapnya. 
 
Namun, sebelumnya, KBRI di Malaysia justru membantah informasi ini. Menurut KBRI, Kantor Imigrasi Bandara Ahmad Yani yang merupakan bandara keberangkatan 36 WNI dimaksud, membenarkan mereka telah menuju ke Kuala Lumpur.

Namun 36 WNI itu, masih menurut KBRI yang mengutip informasi Kantor Imigrasi Bandara Ahmad Yani, juga telah melanjutkan perjalanan ke Teheran, 17 November 2015.


(SAN)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /