Divonis Mengidap Kanker, Holley Tierney Tetap Pertahankan Kehamilannya

   •    20 November 2015 16:03 WIB
kisah inspiratif
Divonis Mengidap Kanker, Holley Tierney Tetap Pertahankan Kehamilannya
Holley Tierney dan si kembar. (foto:dailymail)

Metrotvnews.com, Manchester: Divonis menderita kanker limfoma non hodgkin, Holley Tierney, memilih tetap mempertahankan bayi kembar yang ada dalam kandungannya. Sebelumnya, dokter meminta Holley untuk melahirkan secara prematur bayinya agar lebih cepat melakukan kemoterapi.

"Bagaimana mungkin aku melahirkan mereka sebelum waktunya. Kesempatan hidup mereka sangat kecil, sedangkan bayiku sudah bisa menendang. Saat itu, naluri keibuanku sudah muncul," ceritanya seperti yang dikutip dari Daily Mail.

Holley yang berprofesi sebagai guru tari ini kerap berkeringat pada malam hari, kelelahan, sesak napas, muka memerah dan sedikit pusing. Sayangnya, Holley mengabaikan gejala tersebut dengan menganggap normal karena sedang hamil.

Sampai tiba ketika ia mengajar, saat mendengar suara sound system yang kencang tubuhnya tiba-tiba sakit. "Aku pikir rasa sakit ini karena sound system. Karena khawatir dengan kandunganku, aku memutuskan pergi ke rumah sakit," imbuhnya.

Wanita berusia  25 tahun ini melakukan serangkaian CT scan dan X-ray. Hasilnya mengungkapkan ada bayangan di dada dan Holley didiagnosa menderita kanker langka.

Seharusnya, Holley harus langsung melakukan biopsi. Namun, itu berbahaya untuk si kembar sehingga para medis menyusun rencana pengobatan yang aman untuk ketiganya. 



"Dokter terus memaksa saya melahirkan prematur. Tapi saya ingin bayiku mencapai 30 minggu baru di operasi. Tapi mereka tetap mendorong saya melakukan persalinan saat kandunganku berusia 29 minggu," jelas Holley.

Bukan tanpa alasan, dokter yang menangani Holley telah menyadari sel kanker yang menyerangnya telah menyebar cepat dan kemoterapi harus segera dilakukan.

Beruntung pada Agustus lalu, bayi kembarnya, lahir selamat dengan bobot normal. Holley langsung mengungkapkan betapa bahagianya dia. "Inilah perasaan terbaik dalam hidup saya saat melihat ia lahir selamat," paparnya.

Kini, Holley sudah memulai radioterapi setelah berhasil melalui satu siklus kemoterapi. Berharap kisahnya dapat menginspirasi perempuan lain untuk menyadari berbagai gejala aneh selama kehamilan untuk segera diperiksakan ke dokter. (Sumarni)


(LOV)