Sektor Maritim RI Harus Bisa Jadi Raksasa Dunia

Ade Hapsari Lestarini    •    20 November 2015 18:41 WIB
perikanan
Sektor Maritim RI Harus Bisa Jadi Raksasa Dunia
Ilustrasi. (FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

Metrotvnews.com, Jakarta: Para pengusaha yang bergerak di industri perikanan siap untuk memajukan sektor maritim Indonesia. Bahkan, sektor maritim Tanah Air harus bisa menjadi raksasa dunia.

Sektor perikanan Indonesia pun siap mendunia menyusul kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang ingin memajukan sektor maritim Indonesia. Di mana kebijakan yang diambil pemerintah saat ini mulai dirasakan oleh para pelaku industri perikanan Indonesia, terutama mengenai illegal fishing yang selama ini menghambat pertumbuhan ekspor ikan Indonesia.

"Kebijakan Menteri Susi dalam memerangi illegal fishing sangat berpengaruh terhadap produksi industri perikanan di Indonesia. Kami merasakan kebijakan ini sangat berpihak kepada Industri. Kita bisa meningkatkan kapasitas produksi sehingga bisa bersaing dengan negara tetangga dikawasan ASEAN," beber Direktur Utama PT Dua Putra Utama Makmur, Witiarso Utomo, di Jakarta, Jumat (20/11/2015).

Lonjakan produksi perikanan di dalam negeri ini tentunya juga meningkatkan keuntungan para pelaku industri sektor maritim. Perusahaan produsen perikanan lokal yang berkerja sama dengan para nelayan ini tidak ingin keuntungan yang didapatkan hanya dinikmati oleh perusahaan semata melaikan juga harus bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia lainnya.

"Prospek bisnis dibidang perikanan yang menjanjikan ini seharusnya juga bisa dinikmati oleh masyarakat. Untuk itu, Kami mengajak masyarakat untuk bisa menanamkan modalnya pada perusahaan melalui lantai bursa," tambahnya.

Melalui penawaran saham perdana pada akhir tahun ini, perusahaan menargetkan bisa menambah modal dari masyarakat. Direktur BNI Sekuritas Daniel Nainggolan mengatakan rencana DPUM untuk melantai pada 8 Desember mendapatkan sambutan hangat dari kalangan investor.

"Saat ini DPUM sudah masuk di register 3 OJK dan memiliki target listing pada 8 Desember dengan harga terbentuk sebesar Rp550 per lembar saham dengan total dana yang diraih dari pasar sebesar Rp921 miliar. Cukup luar biasa respons dari pasar, karena masa krisis seperti ini demand saham DPUM bahkan oversubscribe hingga berkali kali," tutur Daniel.

Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan produksi, DPUM juga memberdayakan nelayan lokal disekitar pabrik di samping dari tangkapan sendiri. Witiarso Utomo mengungkapkan keterlibatan para nelayan ini sesuai dengan visi perusahaan yaitu untuk memberdayakan dan menggerakan perekonomian lokal tempat perusahaan berada.

"Kita ingin masyarakat juga bisa meningkatkan taraf hidupnya dengan adanya kami di Pati, Jawa Tengah. Salah satu visi kita adalah menggerakkan perekonomian lokal tidak semata mengejar keuntungan perusahaan," lanjut Witiarso.

Sekadar informasi, Kementerian Kemaritiman dan Perikanan memprediksikan tahun depan Indonesia akan meningkatkan ekspor potensi perikanan hingga di atas 50 persen dan akan memberikan kontribusi optimal untuk devisa dan pendapatan negara.


(AHL)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /