BKPM Optimistis RI Bisa Menarik Investasi saat MEA

Gervin Nathaniel Purba    •    21 November 2015 13:33 WIB
mea 2015
BKPM Optimistis RI Bisa Menarik Investasi saat MEA
Kepala BKPM Franky Sibarani -- FOTO: MTVN/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merasa optimistis Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya dalam menarik investasi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Kepala BKPM Franky Sibarani optimistis lantaran Indonesia berada di peringkat kedua sebagai tujuan investasi favorit setelah Tiongkok berdasarkan survei Price Waterhouse Coopers (PwC) yang dirilis dalam pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC.

"Hasil survey tersebut sejalan dengan data FDI Markets Financial Times, dimana pada periode Januari hingga September 2015, FDI yang masuk ke Indonesia tertinggi di ASEAN sebesar USD20,96 miliar atau 29,12 persen. Diikuti berikutnya Vietnam USD14,06 miliar atau 19,54 persen dan Myanmar USD9,22 miliar atau 12,81 persen," ujar Franky dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (21/11/2015).

Menurutnya, saat ini, pemerintah berusaha keras untuk dapat mengonversi persepsi positif terhadap investasi ke Indonesia ini ke dalam realisasi investasi, sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Selain itu, BKPM bersama Kementerian/Lembaga terkait sedang menyusun panduan investasi untuk mengakomodir dan memberikan kepastian hukum terhadap sektor-sektor usaha yang baru berkembang seperti bisnis pemakaman senior living dan ekonomi digital.

"Panduan investasi yang jelas merupakan salah satu daya saing investasi sebuah negara. Seperti Myanmar yang secara tegas menyebutkan seluruh sektor usaha dapat dimasuki oleh investor asing kecuali sektor distribusi," ungkapnya.

Menurut Franky, negara-negara ASEAN yang menjadi saingan berat Indonesia sebagai negara tujuan investasi adalah Vietnam dan Myanmar. Namun Vietnam selalu bersaing ketat dengan Indonesia dalam menarik outward investment dari tujuh negara mitra ASEAN, yaitu Amerika Serikat (AS), Jepang, Korea, Tiongkok, Australia, Selandia Baru, dan India.

"Kita masih kalah dalam upaya menarik investasi dari Korea Selatan dibanding Vietnam. Tapi untuk daya tarik investasi dari Tiongkok, kita masih unggul. Tinggal bagaimana mendorong peningkatan realisasi investasi dari Tiongkok yang masih relatif kecil," pungkasnya.


(AHL)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /