Paku Alam IX Pengabdi Rakyat yang Tak Banyak Bicara

Githa Farahdina    •    21 November 2015 17:45 WIB
pakualam ix wafat
<i>Paku Alam IX Pengabdi Rakyat yang Tak Banyak Bicara</i>
Jenazah Paku Alam IX saat akan dibawa menuju ruang forensik. Foto: Metrotvnews.com/Mustaqim

Metrotvnews.com, Jakarta: Raja Kadipaten Pakualam Kanjeng Gusti Adipati Aria Paku Alam IX tutup usia di RS Sardjito Yogyakarta pada usia 77 tahun karena sakit, Sabtu 21 November sore. Kepergian Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ini tak hanya menjadi duka bagi masyarakat setempat, tapi juga Indonesia.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengaku sangat berduka. Di mata Haedar, tokoh penting Yogyakarta ini memiliki jasa besar untuk Indonesia.

"Beliau sosok yang tidak banyak bicara tetapi pengabdi rakyat yang setia dan memberi tauladan pemimpin merakyat," kata Haedar melalui keterangan tertulis, Sabtu (21/11/2015).

Paku Alam IX juga disebut memiliki hubungan baik dengan berbagai pihak. Begitu juga dengan kelompok masyarakat seperti Muhammadiyah.

"Sangat baik dan hangat," tambah Haedar.

Haedar menegaskna, Indonesia kehilangan tokoh Kraton Pakualaman yang bersahaja.

KGPAA Pakualam IX lahir di Yogyakarta pada 7 Mei 1938. Almarhum merupakan putera KGPAA Paku Alam VIII dengan permaisuri KBRAy. Purnamaningrum.

Beliau beristrikan GKRAy. Paku Alam yang sudah meninggalkan beberapa tahun silam dan memiliki tiga orang putera, yakni Kanjeng Bendoro Pangeran Hario Prabu Suryodilogo, Bendero Pangeran Hario Seno, dan Bendoro Pangeran Hario  Danardono.

Pada 26 Mei 1999, beliau dinobatkan sebagai KGPAA Pakualam IX menggantikan mendiang ayahnya KGPAA Paku Alam VIII. Pada 2003 ia diangkat menjadi wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta mendampingi Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai gubernur.


(OJE)

Video /