Iran Minta Tambahan Kuota Minyak di OPEC

Arif Wicaksono    •    22 November 2015 12:17 WIB
opec
Iran Minta Tambahan Kuota Minyak di OPEC
OPEC. AFP PHOTO/ALEXANDER KLEIN.

Metrotvnews.com, Teheran: OPEC harus memberikan ruang bagi kenaikan produksi minyak mentah bagi Iran dengan batasan kuota OPEC sebesar 30 juta barel sehari. Hal ini akan membuat kelompok produsen minyak dunia itu merubah batas atas dari produksi minyak dunia pada pertemuan bulan depan.

Menteri Minyak Iran Bijan Namdar Zanganeh menuturkan Iran telah meminta OPEC untuk mengakomodasi permintaan untuk mengembalikan tingkat produksi mereka ke level setelah sanksi dicabut. Iran berencana menambah produksi satu juta barel per hari selama lima sampai enam bulan. Kenaikan ini sejalan dengan kenaikan produksi OPEC.

Minyak mentah jatuh lebih dari 60 persen semenjak pertengahan tahun lalu karena OPEC mengikuti strategi Saudi Arabia dengan mempertahankan market share terhadap negara pesaing seperti AS. OPEC yang memiliki market share 40 persen di pasar global, telah meningkatkan target level produksinya selama 17 bulan. Mereka akan bertemu pada 4 Desember 2015 untuk membahas kebijakan pasokan minyak.

"Saya tak mengharapkan adanya perjanjian baru dalam pertemuan OPEC," kata dia sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Minggu (22/11/2015).

Dia menjelaskan OPEC memproduksi dari batas yang disetujui dan dia telah meminta mereka untuk mengurangi produksi dan menghargai kesepakatan yang sudah dilakukan sebelumnya.

"Namun bukan berarti kita akan menambah produksi karena ini hak kita untuk kembali ke pasar," kata dia.

Iran merupakan negara produser OPEC terbesar kedua sebelum adanya sanksi karena program nuklir yang dilakukan di 2012. Negara yang telah menemui kesepakatan dengan kekuatan dunia pada Juli terhadap embargo ekonomi yang dialaminya merupakan satu dari lima penyuplai minyak terbesar di OPEC dengan 2,7 juta barel per hari pada data bulan lalu.

"Saya sudah mengirimkan surat ke OPEC untuk mempertimbangkan kembalinya kami ke pasar dan mengaturnya, dan kita tak meminta izin dari organisasi apapun untuk kembali ke level produksi sebelumnya," kata dia.

Sejumlah anggota OPEC melihat harga USD70 per barel merupakan harga yang normal untuk minyak. Harga minyak di level itu terjadi pada Desember ketika OPEC mengadakan pertemuan di Vienna dan memilih menolak permintaan dari negara member seperti Venezuela untuk memangkas produksi. 

Presiden Vanazuela Nicola Maduro dijadwalkan untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Tehran pada 23 November untuk mengatasi persoalan harga minyak. Rusia yang bukan merupakan anggota OPEC menghadapi kompetisi ketat dengan Eropa setelah Saudi Arabia mengurangi harga minyak kepada pembeli di Eropa Utara dan mulai merebut pasar negara beruang kutub tersebut seperti Polandia.

Rusia telah dilobi oleh Venezuela untuk berkordinasi dengan negara non OPEC untuk menunda kejatuhan harga minyak. Menteri Energi Rusia Alexander Novak menuturkan permintaan dan penawaran minyak sebaiknya dilakukan oleh pasar karena segala pemotongan harga minyak merupakan persoalan perusahaan minyak dan bukan pemerintah.  



(SAW)

Video /