Pemerintah Diminta Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Pencatutan Nama Presiden

Al Abrar    •    22 November 2015 19:05 WIB
pencatut nama presiden
Pemerintah Diminta Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Pencatutan Nama Presiden
Ketua DPR Setya Novanto. Antara/Hafidz Mubarak.

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon mendorong pemerintah melakukan investigasi khusus terkait kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden terkait perpanjangan kontrak karya PT. Freeport Indonesia.

Effendi menilai, pembuktian pencatutan nama bukanlah pekerjaan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Namun, dilakukan tim pencari fakta bentukan pemerintah.

"Jadi saya kira ini perlu tunggu investigasi khusus. Saya kira bukan MKD yang melakukan investigasi, harus ada biro khusus yang melakukan investigasi. Pencari fakta kalau perlu pemerintah membentuk pencari fakta," kata Effendi di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2015).

Tim pencari fakta ini diharapkan dapat mengungkap konspirasi di balik pencatutan nama dua petinggi negara dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

Sedangkan tindakan pencatutan nama yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto, Effendi menyerahkan sepenuhnya kepada MKD. Sebab, MKD memiliki wewenang menangani perilaku dan tindakan anggota dewan.

"Biarlah sorotan masalah prilaku itu urusan MKD. Ini harus dilihat konspirasi ini karena tidak sesederhana itu," tukasnya.

Sebelumnya, Pengamat ekonomi Ichsanudin Noorsy menilai rekaman pembicaraan perihal perpanjangan kontrak PT Freeport yang diduga dibocorkan pimpinan PT Freeport Maroef Sjamsoeddin dinilai ilegal. Ichsanudin merujuk kepada perjanjian pada Konvensi Jenewa.

Dalam rekaman itu terlibat pembicaraan antara Ketua DPR Setya Novanto, seorang pengusaha yang diduga Reza Chalid, dan diduga Pimpinan PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Rekaman ini sempat berada di tangan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said. 

Sudirman pun kemudian menyerahkan rekaman ini kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) atas tuduhan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden oleh Ketua Setya Novanto.

Menurut Ichsanudin, dengan membocorkan rekaman itu kepada publik, PT Freeport Indonesia diduga memiliki strategi tertentu untuk memuluskan perpanjangan kontrak karya.



(DRI)

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di <i>Matchday</i> 5? Ini Hitung-hitunganya!
Liga Champions 2017--2018

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di Matchday 5? Ini Hitung-hitunganya!

2 hours Ago

Sebanyak 12 tim berpeluang mengikuti jejak empat tim yang sebelumnya sudah lebih dulu lolos ke …

BERITA LAINNYA
Video /