Mega Resmikan Museum Bung Karno di Bali

Misbahol Munir    •    22 November 2015 19:16 WIB
megawati
Mega Resmikan Museum Bung Karno di Bali
Megawati Soekarnoputri resmikan museum Bung Karno di Bali,--Foto: Dok/Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Jejak sejarah dan perjuangan Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno diabadikan di Pulau Dewata. Perpustakaan dan Museum Bung Karno di Jalan Raya Puputan, Denpasar, Bali, menghimpun jutaan koleksi Presiden Soekarno, mulai dari tulisan, pidato, hingga tempat tidur Sang Proklamator.

Gedung Perpustakaan dan Museum Bung Karno diresmikan Presiden Ke-5 Indonesia, Megawati Soekarnoputri, Minggu, 22 November. Ketua Umum PDI Perjuangan itu mendandatangani prasasti, sebagai simbol dibukanya perpustakaan dan museum bagi masyarakat yang ingin belajar sejarah dan pernak-pernik hidup Sang Proklamator.

Bersama Megawati, hadir istri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bintang Puspayoga, Ketua DPP PDI Perjuangan Prananda Prabowo, Wasekjen DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga, dan Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka. Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali I Wayan Koster, dan Ketua Yayasan Perpustakaan Bung Karno Gus Marhaen juga mengikuti peresmian tersebut.

Ketua Yayasan Perpustakaan Bung Karno, Gus Marhaen menuturkan, koleksi Perpustakaan dan Museum Bung Karno terdiri dari tulisan, pidato, dan buku yang dibaca Bung Karno, maupun buku yang pernah ditulis tentang Bung Karno. Jumlahnya tak main-main, yakni 1.450.000 unit.

Selain itu, lanjut dia, museum juga mengoleksi benda pusaka yang mewarnai jalan hidup Bung Karno sejak masih kecil hingga memimpin Indonesia, seperti kursi, radio, dan tempat tidur yang pernah dibeli dan dipakai di kediamannya. Ada juga koleksi lukisan dan ratusan foto sejarah terkait hidup Bung Karno.

"Ada yang asli dan ada yang hasil reproduksi. Terima kasih kepada Ibu Megawati atas kesediannya meresmikan gedung ini. Semoga generasi penerus bangsa bisa menikmati pemikiran dan prinsip-prinsip yang dipegang Bung Karno semasa hidupnya," ujar Gus Marhaen seperti dilansir Antara, Minggu (22/11/2015).

Ia menyakini, para pengunjung akan tersentak saat melihat salah satu foto bersejarah di museum bernuansa bangunan khas Bali itu. Foto tersebut bercerita tentang ketangguhan dan semangat Megawati sebagai penerus perjuangan Presiden Soekarno.

"Foto itu, hasil reproduksi dari foto yang dibuat pada tahun 1970-an. Ada dua bintang utama, yakni Bu Mega dan putra keduanya Prananda Prabowo, yang kini menjadi salah satu Ketua DPP PDI Perjuangan. Kami merinding melihat foto itu," kata Gus Marhaen.

Karenanya, lanjut dia, dirinya mengambil inisiatif untuk menyandingkan foto tersebut dengan hasil wawancara Megawati di surat kabar Dwiwarna. Wawancara itu dilakukan setelah Megawati melahirkan, Prananda Prabowo, 23 April 1971, sementara tiga bulan sebelumnya suami pertama Megawati dikabarkan hilang karena kecelakaan pesawat TNI AU.

"Perasaan saya setelah dianugrahi putra kedua ini tentu bahagia bercampur rasa sedih dan terharu. Sebab, kelahirannya tanpa ditunggu oleh ayahnya," kata Gus Marhaen mengutip publikasi wawancara Megawati di surat kabar Dwiwarna.

Dalam wawancara itu, sambung dia, Megawati juga mengungkapkan asal nama Prananda, serta harapan agar putranya itu melanjutkan cita-cita sang ayah dan kakeknya, Soekarno, dalam berjuang untuk keagungan rakyat dan bangsa. "Insya Allah putra-putra saya ini melanjutkan cita-cita sang ayah, terutama meneruskan cita-cita perjuangan kakeknya," cetus Gus Marhaen disambut tepuk tangan.


(MBM)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /