Dirut Freeport Tidak Hadir, Komisi VII Batalkan Rapat

Annisa ayu artanti    •    23 November 2015 13:30 WIB
freeport
Dirut Freeport Tidak Hadir, Komisi VII Batalkan Rapat
Suasana rapat Komisi VII DPR antara Kementerian ESDM dan PT Freeport Indonesia (Foto: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memutuskan untuk menunda rapat dengar pendapat antara Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan PT Freeport Indonesia hingga Minggu depan atau tepatnya pada 1 Desember 2015 pukul 13.00 WIB.

Seharusnya, rapat hari ini diagendakan membahas perkembangan Freeport baik terkait dengan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) maupun terkait renegosiasi kontrak.

Vice President Legal Freeport Clementino Lamury mengatakan, alasan Direktur Utama Freeport Maroef Sjamsuddin tidak hadir karena sedang berada di Jepang mengurus progres smelter. "Pada saat kami menerima surat, memang posisi Presiden Direktur kami sedang berada di Jepang untuk smelter. Baru kembali Rabu," kata Clemetino, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/11/2015).

Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika mengatakan, rapat dengan Komisi VII ini sangat penting untuk mengetahui perkembangan terkait soal Freeport. Namun, karena Direktur Utama Freeport tidak hadir dan tidak bisa diwakilkan maka rapat ini diputuskan untuk ditunda.

"Agenda rapat kita adalah pembangunan smelter, dan RDPU atau rapat panja ini dengan Dirjen dan Dirut freeport. Sebagaimana lazimnya bahwa kalau dengan dirut ya dirut. Kalau diganti dengan manajernya, nanti berarti kalau mau dilanjutkan kami ya dengan staf saja. Daripada kita tentukan tanggal tapi takutnya tidak tepat lagi," ujar Kardaya.

Setelah melalui beberapa perdebatan, akhirnya DPR, Dirjen Minerba Bambang Gatot, dan pihak Freeport menyetujui untuk rapat kembali pada 1 Desember 2015 pukul 13.00 WIB.

"Sehubungan dengan Presdir Freeport tidak bisa hadir karena beliau sedang berada di luar negeri, jadi rapat ini tentunya karena berkaitan utamanya dengan Freeport terkait masalah smelter dan negosiasi maka rapat itu tentunya tidak bisa dilaksanakan. Untuk itu, rapat ini kita tunda sampai 1 Desember 2015 pukul 13.00 WIB. Rapat bisa kami akhiri," tutup dia.


(ABD)


Video /