Mangkir Rapat, Dirut Freeport Wajib Datang pada RDP 1 Desember

Annisa ayu artanti    •    23 November 2015 13:39 WIB
freeport
Mangkir Rapat, Dirut Freeport Wajib Datang pada RDP 1 Desember
Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin. ANT/SIGID KURNIAWAN

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi VII DPR-RI mengancam PT Freeport Indonesia untuk tidak diperpanjang kontraknya kalau tidak menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) 1 Desember 2015.

Anggota Komisi VII, Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis menginginkan Direktur Utama Freeport Indonesia Maroef Sjamsoedin datang dan bertemu pimpinan DPR. Dia mengatakan dirinya menjadi salah satu anggota yang tidak menyetujui perpanjangan kontrak Freeport.

"Ini masalah besar. Kalau tidak datang, ya kita enggak akan perpanjang kalau tidak datang," kata Iskan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/11/2015).

Sebelumnya, Vice Presiden Legal Freeport, Clementino Lamury menjelaskan mangkirnya Direktur Utama Freeport hari ini lantaran sedang berada di Jepang mengurus perkembangan smelter.

Ketua Komisi VII DPR-RI Kardaya warnika juga menilai Freeport tidak menghormati dan tidak menganggap penting rapat kali ini.

"Kalau hal sangat penting lalu baru dilakukan dua minggu lagi, maka seolah kita tidak mementingkan hal penting lagi," ucap Kardaya.

Sementara itu, setelah melalui perdebatan yang panjang Komisi VII sepakat rapat dengar pendapat ditunda hingga 1 Desember 2015.

"Sehubungan dengan Presdir Freeport tidak bisa hadir karena beliau sedang berada di luar negeri, jadi rapat ini berkaitan dengan masalah smelter dan negosiasi maka rapat itu tentunya tidak bisa dilaksanakan. Untuk itu rapat ini kita tunda 1 Desember 2015 pukul 13.00. Rapat bisa kami akhiri," jelas Kardaya.


(SAW)


Video /