Kuasa Hukum Novanto Sebut Perekam Langgar UU ITE

Githa Farahdina    •    23 November 2015 14:08 WIB
pencatut nama presiden
Kuasa Hukum Novanto Sebut Perekam Langgar UU ITE
Firman Wijaya. Antara Foto/M. Adimaja

Metrotvnews.com, Jakarta: Perekaman pembicaraan diduga Setya Novanto, pengusaha M. Riza Chalid, dan Direktur Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin dinilai melanggar Undang-Undang ITE. Apalagi, isi rekaman dijadikan alat bukti.

Pagi tadi, kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, bertemu kliennya. Mereka membicarakan rekaman pembicaraan tersebut.

"Kami sebagai penasihat hukum sedang mendalami keabsahan alat bukti serta otoritas penggunaan alat bukti dengan UU ITE, karena ada penyadapan," kata Firman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (23/11/2015).

Firman menjelaskan, kasus ini membutuhkan penelitian mendalam di MKD. Jangan sampai MKD justru bermasalah.
"Dalam UU ITE, yang tidak berwenang dilarang (menyebarkan alat bukti)," tambah dia.

Dia berharap, MKD memerhatikan dugaan pelanggaran UU ITE dalam menindaklanjuti masalah ini.

Novanto diduga politikus di DPR yang mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta saham ke PT Freeport Indonesia (PT FI). Rekaman pembicaraan Novanto, Riza, dan Maroef, tersebar ke publik.

Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan masalah ini ke MKD, Senin 16 November. Ia menyertakan bukti berupa transkrip pembicaraan pertemuan itu. Dua hari kemudian, Staf Khusus Sudirman Said Didu menyerahkan bukti data rekaman.


(TRK)


Video /