Bandara Dibangun, Warga Kulonprogo Khawatir tak Bisa Beternak

Ahmad Mustaqim    •    23 November 2015 15:32 WIB
bandara
Bandara Dibangun, Warga Kulonprogo Khawatir tak Bisa Beternak
Puluhan warga mengikuti sosialisasi pembangunan Bandara Kulonprogo, MTVN - Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Kulonprogo: Sejumlah warga menyetujui proyek pembangunan Bandara Kulonprogo, DI Yogyakarta. Namun mereka masih mengkhawatirkan dampak dari pembangunan bandara.

Acara sosialisasi dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kepada warga berlangsung di Balai Desa Glagah, Kecamatan Temon, Senin 22 November. Edi, seorang warga mengaku khawatir mengenai dampak sosial akibat pembangunan bandara.

"Kami belum mendapat gambaran solusi mengenai aspek sosial. Saya belum memperoleh gambarannya meski sudah beberapa kali mengikuti sosialisasi," kata Edi.

Itun, warga lain, pun mengaku khawatir kehilangan penghasilan dari peternakan sapi. Bila bandara dibangun, ia tak lagi dapat tinggal dan memiliki lahan untuk beternak.

"Saya khawatir pembangunan bandara akan membuat inflasi di sini tinggi," tuturnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo, Astungkoro, menuturkan pemerintah masih memprioritaskan sosialisasi pengadaan lahan bagi warga. Pemerintah juga membahas ganti rugi pada warga terdampak.

"Ganti ruginya berupa uang. Warga mau berdomisili di mana? Memilih relokasi atau beli tanah sendiri? Itu yang nantinya diketahui setelah musyawarah," ungkap Astungkoro.

Sosialisasi inventarisasi dan identifikasi pengadaan tanah untuk pembangunan bandara berlangsung serempak di lima desa di Kecamatan Temon yaitu Jangkaran, Sindutan, Kebonharjo, Palihan, dan Glagah. 


(RRN)


Video /