Penurunan GWM Buat Likuiditas Bank Menengah Meningkat

Eko Nordiansyah    •    23 November 2015 16:08 WIB
bank mandiriperbankan
Penurunan GWM Buat Likuiditas Bank Menengah Meningkat
Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) telah menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) primer dari sebelumnya delapan persen menjadi 7,50 persen atau turun sebanyak 0,5 persen yang mulai efektif pada 1 Desember 2015. Kebijakan BI itu dinilai akan menambah likuiditas perbankan di akhir tahun ini.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi G Sadikin mengatakan, kebijakan pelonggaran ini menjadi bagus untuk menambah likuiditas perbankan. Terlebih, saat ini penyaluran kredit sudah mulai lebih meningkat lagi sehingga menekan likuiditas perbankan.

"Itu bagus, karena likuiditas perbankan di akhir tahun ini. Karena penarikan kredit, (likuiditas) sudah mulai jadi agak mengetat," kata Budi, di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2015).

Dirinya menambahkan, pengetatan likuditas itu menyebabkan tekanan pada bank-bank menengah, terutama untuk bertahan dari sisi likuiditas dengan cara menaikkan tingkat suku bunga. "Jadi saya rasa dengan adanya pengurangan GWM ini melonggarkan tekanan untuk menaikkan bunga terutama di bank-bank menengah," jelas dia.

Namun demikian, dirinya mengakui, jika likuiditas di Bank Mandiri masih tergolong aman. Sehingga sejauh ini penurunan GWM yang akan menambah likuiditas perbankan tidak terlalu dirasakan. "Posisi Bank Mandiri likuiditasnya masih aman, jadi kita tidak terlalu merasakan dampaknya," pungkasnya.


(ABD)