Denah Rumah Warga Terdampak Bandara Kulon Progo Belum Jelas

Ahmad Mustaqim    •    23 November 2015 17:55 WIB
sengketa tanahbandara
Denah Rumah Warga Terdampak Bandara Kulon Progo Belum Jelas
Puluhan warga mengikuti sosialisasi pembangunan Bandara Kulonprogo, MTVN - Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Kulon Progo: Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Astungkoro, mengatakan pemerintah telah menyiapkan tanah untuk merelokasi warga terdampak pembangunan Bandara Kulon Progo. Menurutnya, lahan tempat relokasi itu telah dikoordinasikan.

Akan tetapi, Astungkoro mengaku belum memiliki gambaran detail teknis relokasi itu. "Misalnya bentuk rumah. Kami belum selesaikan," kata dia usai melakukan sosialisasi Bandara Kulon Progo, di Balai Desa Glagah, Kecamatan Temon, Senin (23/11/2015).

Pemkab Kulon Progo, kata dia, masih berkoordinasi dengan warga, perangkat desa, pemerintah provinsi, dan PT Angkasa Pura untuk membahas relokasi itu. Meski belum memiliki gambaran detail, lanjutnya, pemerintah sudah menyiapkan lahan seluas 21 hektare untuk tempat relokasi. Semua lahan masih berada di Kecamatan Temon. "(Tanah relokasi) tidak keluar Temon. Ini sesuai permintaan warga," tuturnya.

Ia menambahkan pemerintah, melalui BPN, akan tetap mengukur semua tanah warga yang terdampak. Pengukuran itu termasuk tanah untuk tempat ibadah dan sekolah. "Sosialisasi (sosialisasi inventarisasi dan identifikasi pengadaan tanah) ini menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Terkait sukses atau tidak, harus tetap dilakukan," kata dia.

Hari ini pemerintah menyosialisasikan inventarisasi dan identifikasi pengadaan tanah untuk pembangunan bandara di Balai Desa Glagah, Kecamatan Temon. Ratusan warga desa Glagah hadir dalam sosialisasi itu. Selain di Desa Glagah, sosialisasi juga dilakukan Jangkaran, Sindutan, Kebonharjo, dan Palihan.



(UWA)