Siti Sabet 3 Piala Citra 2015 dan Sederet Penghargaan Internasional

Anindya Legia Putri    •    24 November 2015 00:34 WIB
ffi (festival film indonesia)
Siti Sabet 3 Piala Citra 2015 dan Sederet Penghargaan Internasional
Adegan film Siti (Foto:Jaff-filmfest.org)

Metrotvnews.com, Tangerang: Film arahan Eddie Cahyono, Siti, terpilih sebagai Film Terbaik dalam ajang tertinggi insan perfilman Indonesia, Festival Film Indonesia (FFI) 2015.

Ini merupakan piala ketiga Siti di FFI 2015, setelah sebelumnya meraih Piala Citra untuk kategori Penata Musik Terbaik dan Penulis Skenario Asli Terbaik.

"Saya senang sekali. Film ini telah dirilis dari tahun lalu. Sudah masuk dalam berbagai festival dan kembali ke rumah (Indonesia) dan mendapat sambutan luar biasa. Ini adalah gongnya. Karena kami tidak menyangka film kami akan menang di FFI. Ini adalah apresiasi yang luar biasa," ujar Ifa Ifansya, produser Siti, saat ditemui usai pembacaan nominasi oleh Anies Baswedan, di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Senin (23/11/2015) malam.

Bagi Eddie Cahyono, selaku sutradara, ini merupakan puncak dari perjalanan Siti.

"Setelah ini, kami akan memutarkan film ini di bioskop pada tahun depan. Kami sangat bahagia, karena kejujuran mendapatkan apresiasi tinggi," papar Eddie.

Pekan ini, Siti juga mendapatkan berbagai penghargaan di Polandia Film Festival dan Toronto Film Festival. "Jadi, ini adalah minggu terbahagia kami untuk Siti," jelas Ifa.

Film Siti merupakan produksi Fourcolours Films Jogjakarta yang diputar perdana di Jogja Netpac Asian Film Festival ke-9 tahun 2014.

Siti adalah film panjang hitam putih pertama Eddie Cahyono sebagai sutradara. Layar Hitam Putih tak lain dipilih Eddie karena budget film ini sangat minimal, yaitu sekitar Rp150 juta. Namun ternyata layar hitam putih justru menambah efek dramatisir setiap penggalan scene dan konflik yang ada.

Film yang diproduseri Ifa Isfansyah ini menceritakan tentang kehidupan Siti, seorang perempuan penjual peyek jingking di sekitar pantai Parangtritis, Yogyakarta.

Semenjak sang suami lumpuh akibat kecelakaan sewaktu melaut, Siti (Sekar Sari) harus berjuang menghidupi Anaknya (Bintang Timur Widodo), Ibu Mertua (Titi Dibyo) dan Suaminya (Ibnu Widodo).

Siti pun harus menambah penghasilan dengan menjadi wanita pemandu karaoke. Namun sayang pekerjaan Siti yang baru ini mengakibatkan suaminya diam tidak mau bicara padanya. Ia pun jengkel pada suaminya.

Tak hanya itu, Siti dihadapkan pada cinta segitiga. Gatot, seorang polisi (Haydar Saliz), mencintai Siti. Gatot meminta Siti meninggalkan suami untuk kemudian menikah dengannya.

Film ini mengambil lokasi di Pantai Parangtritis. Total syuting hanya enam 6 hari. Walau tampak sederhana, film yang menggambarkan perjuangan perempuan dalam perannya sebagai istri, ibu dan juga anak dalam durasi 88 menit ini mampu mendapatkan berbagai penghargaan internasional.

Penghargaan itu ialah Best Performance di Singapore International film Festival 2014, Best Scriptwriting di Shanghai International Film Festival ke-18 2015, Film Panjang Terbaik AFI (Apresiasi Film Indonesia) 2015.

Siti juga berhasil masuk di berbagai festival film bergengsi di luar negeri, di antaranya Udine Far East Film Festival (Italy), Telluride Film Festival (America Utara), Vancouver International Film Festival, International Film Festival Rotterdam, Viennale International Film Festival, dan Hamburg Film Festival.


(ROS)


Video /