MKD Pertanyakan Legal Standing SS, Pengamat: Itu Langkah Mundur

Githa Farahdina    •    24 November 2015 09:54 WIB
pencatut nama presiden
MKD Pertanyakan <i>Legal Standing</i> SS, Pengamat: Itu Langkah Mundur
Ketua MKD Surahman Hidayat, Wakil Ketua MKD Junimart Girsang (tengah), dan Wakil Ketua MKD Suimi Dasco Ahmad, Senin 28 September 2015. Foto: MI/M. Irfan

Metrovnews.com, Jakarta: Pengamat Formappi Lucius Karus menilai Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) kurang tepat mempermasalahkan legal standing Menteri ESDM Sudirman Said dalam melaporkan Ketua DPR Setya Novanto yang mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia (PT FI). Keputusan MKD menunda penetapan kasus ini dilanjutkan atau tidak pun dipertanyakan.

"Sikap MKD yang mempertanyakan legal standing SS merupakan langkah mundur.  Publik sudah cukup jauh membicarakan ini dan berharap MKD secepatnya menyelesaikan," kata Lucius ketika dihubungi, Selasa (24/11/2015).

Lucius mempertanyakan mengapa MKD tak dari dulu mencari tahu soal legal standing. Mengapa permasalahan dimunculkan ketika publik berharap kasus Novanto maju ke persidangan.

"Dalam kaca mata politik,  sikap MKD ini bisa dibaca sebagai bentuk mengulur-ulur waktu penyelesaian kasus dengan harapan kasus ini bisa diatur sesuai keinginan Novanto," tambah dia.

Lucius menegaskan, sebagian anggota MKD tak independen sejak awal. Dukungan resmi KMP untuk Novanto memberi angin kepada anggota MKD untuk tak takut membela Novanto melalui MKD.

"Dengan situasi ini tak ada alasan untuk membiarkan rapat-rapat MKD ke depannya dilakukan secara tertutup," tegas dia.

Membiarkan MKD melakukan rapat tertutup sama artinya memuluskan langkah Novanto terbebas dari jeratan sanksi.


(AZF)

Barcelona Resmi Perkenalkan Paulinho
Paulinho ke Barcelona

Barcelona Resmi Perkenalkan Paulinho

7 hours Ago

Barca juga menyertakan klausul pengaktifan pemain yang bernama lengkap José Paulo Bezerr…

BERITA LAINNYA
Video /